Aku Menyerah, Mas!
tanyaku lagi.
“Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan aku, Mas? Hati aku sakit saat melihat kamu menghampiri mantan istri kamu, apalagi dengan tatapan penuh cinta seperti itu. Kalau kamu memang tidak pernah mencintai aku, kenapa tidak kamu ceraikan saja aku, Mas. Jangan terus menyiksa perasaan aku dengan cara seperti itu. Aku ini hanya manusia biasa, yang memiliki rasa iri serta cemburu. Hati aku remuk ketika melihat suamiku begitu bahagia saat melihat mantan istrinya, sampai-sampai dia lupa kalau saat itu sedang jalan sama istri sahnya. Sakit, Mas!” ungkap Salwa panjang lebar, sambil sesekali mengusap kasar air mata yang mengucur deras dari balik kelopak menggunakan punggung tangan.