Hidup Kembali di Zaman Kuno
Suara gemuruh kecil terdengar, lalu keheningan kembali merayap saat Raka menjelaskan dengan suara pelan namun penuh makna:
“Tama berarti inti, permata hati.
Wiro dari kata kesatria, dan Negoro adalah tanah, negeri, atau tempat hidup rakyat.
Aku berharap, kelak anakku menjadi inti dari kebajikan yang menjaga negeri ini, seperti prajurit yang jujur, dan anak yang tahu dari mana ia berasal.”**
Ki Danu mengangguk dalam, lalu menepukkan tangannya tiga kali, diikuti oleh para tetua. Warga pun ikut bersorak kecil penuh suka cita.
“Tama Wironegoro!” “Hidup Tama, anak Raka dari Kampung Puri!” “Semoga kelak jadi pemimpin sejati!”
Sikat na Kabanata