Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

Termasuk soal ranjang. "Aduh, Sayang. Maafin aku dong. Aku kan cuma becanda aja tadi!" serunya, berusaha membujuk Anita yang sudah berada di lantai dua itu. Anita melemparkan tatapan tajam. Ujuk matanya seolah mengeluarkan cahaya mematikan. Gema tersentak kangen. Bahunya sampai bergetar, ketika Anita menatapnya demikian.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Dengan langkah mantap, ia melangkah masuk ke ruang rapat, mencoba terlihat percaya diri dengan kepala tegak. Namun, begitu tatapan matanya bertemu dengan sepasang mata hijau yang tajam, langkahnya terhenti sesaat. Jantungnya langsung berdegup lebih cepat. Mata hijau itu tampak begitu memikat, seperti berlian yang bersinar di bawah cahaya terang. Emily merasa aliran darahnya mendesir lebih cepat.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Take a Chance with Me!

Take a Chance with Me!

Iya kan? Kelas XI IPA 2, SMA Penabur Pelita, Yogyakarta Jantung Adit berdebar menatap wanita di depannya. Hanya menatap kucir kudanya sebenarnya. Perutnya juga terasa kram mendadak. Diketukkan jarinya ke meja gugup. Ini ngungkulin orang mau nembak aja deh. Pandanganya beralih pada cewek dengan kucir asal yang duduk di meja sampingnya. Mbelgedes!! Pake mantra apaan dia bisa pasang tampang datar sok nggak peduli gitu sih. Adit kembali menghentakkan kakinya di kaki meja, keki. Sialan!
1.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as tatap mata saya
Read
+Library
RAHASIA MENANTU IDAMAN

RAHASIA MENANTU IDAMAN

Mata Sintia menembus ke dalam rumah. Tatapannya langsung bertemu dengan pemandangan yang bikin dia tercekat. Kanya. Duduk di karpet. Ngunyah tumisan daging. Santai. Hanya pakai dalaman. “Hi...” sapanya ringan, seolah ini cuma ngobrol antar sahabat. “KALIAN APAAN?! HEH?! KAMU GILA?! MAS, INI APA?! KAMU SIAPA?!”
102.3K viewsOn holdAdded to Library 53 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

"Tapi kau tidak akan pernah bisa mengunci hatiku." ​Matteo menjauh sedikit, menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa sakit, gairah, dan tekad yang tak tergoyahkan. "Kita lihat saja nanti, Little Sister. Malam ini masih sangat panjang."
1019.5K viewsOngoingAdded to Library 546 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Dekat di Mata, Jauh di Hati

Dekat di Mata, Jauh di Hati

Tatapannya dipenuhi hawa dingin yang mengerikan. “Evelyn yang menyuruhmu berkata seperti itu? Aku ingin kamu meminta maaf kepada Lily!” “Aku tidak akan minta maaf!” Tania menepis tangan Juan dengan wajah jijik, “Jangan sentuh aku. Aku muak padamu!” Seseorang buru-buru menariknya ke belakang, “Tania, berhentilah. Apa kamu ingin berakhir seperti Fenny?”
36.5K viewsCompletedAdded to Library 875 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

ucap Badai dengan mata sanagt serius menatap Jingga. "Enggak mas, sudah tak apa-apa," ucap Jingga sambil menggelengkan kepalanya dan sesenggukan. "Dengar sayangku, aku kamu dan semua masa lalu kita. Kuharap kita akan selalu bisa membicarakannya dengan baik dalam kondisi apapun. Aku sangat mencintaimu Jingga." ucap Badai sangat lembut menatap Jingga. Membuat Jingga hanya bisa mengangguk menjawabnya.
825.9K viewsCompletedAdded to Library 517 Times as tatap mata saya
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

Timpal Sadam kembali, “Apalagi? He-he. Perempuan itu makin jatuh cinta sama saya.” “Tuh, ‘kan? Apa kata saya juga dulu. Urusan begituan mah[2] gampang banget, Dam,” ujar Uyat, “dukun pilihan saya itu memang terbukti sakti, ‘kan? Ha-ha!” “Ha-ha!” Sadam ikut tertawa terbahak-bahak. “Bener pisan[3], Yat. Kalo tahu begitu, kenapa gak dari dulu saja, ya, saya make cara itu? Ha-ha!”
8.512.9K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as tatap mata saya
Read
+Library
REUNI

REUNI

Tatapannya benar-benar membuatku merinding dan sialnya aku nggak bisa kabur. "Wina ...." Ah! Menyebalkan. Aku memejamkan mata, lalu mengangguk pelan. Setelahnya mataku kembali terbuka dan melihat reaksinya. Tama tersenyum lebar, matanya tampak bersinar, dan aku bisa melihat dia melepas napas, lega?
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 587 Times as tatap mata saya
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status