Love Affair (Bahasa Indonesia)
Alhasil aku terkekeh pelan.
Sekarang Alex tengah menganga disertai mendengkur halus. Dia merangkul pinggangku posesif, sementara satu tangan lainnya sengaja untuk ku gunakan sebagai bantalan.
Jemariku menyusuri setiap inci wajahnya. Dari mulai hidung mancungnya, rahang tegas, sampai bibir Alex yang kemerahan. Aku seolah sedang dibuat jatuh cinta pada pameran seni yang selalu ku kunjungi di akhir musim panas. Terakhir aku menyentuh tinta permanen yang menghiasi tubuh tegapnya. Tattoo berbentuk sepasang burung di kiri kanan dadanya menyita perhatianku. Oh, aku menyukai semua yang melekat pada diri Alex.