Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arimbi

Arimbi

"Oh, hai ..." Ratih menyunggingkan senyuman terbaik yang dia punya. Arimbi membuang muka, semampunya mengatur napas yang sudah tidak stabil. Wanita itu akan semakin berani kalau melihat Arimbi ketakutan. Sejak awal mengenalnya Arimbi memang sudah merasakan ada yang tidak beres dengan tunangan Angga. Malangnya dia malah bermain-main dengan api.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as arti timid
Read
+Library
BATARI

BATARI

“Aku lebih tertarik… menyentuhmu.. pelan pelan.. sampai kau memohin padaku untuk berhenti.” Batari menahan diri agar tidak menggigil. Jijik bercampur ancaman, tapi—yang lebih menakutkan—ada sesuatu yang lain. Sebuah kesadaran yang tidak ia minta: bahwa Adrian menikmati rasa takut. Dan bahwa ia akan terus menguji batas. Batari menoleh sedikit, cukup untuk menatap mata Adrian dari jarak nyaris tak pantas. “Coba saja,” ujarnya, lembut. “Dan kau akan tahu… aku bukan gadis yang bisa kau patahkan tanpa konsekuensi.”
10426 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as arti timid
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

"Bah...!" Lagi-lagi Najwa cuma bisa menyimpan emosi dan mengumpat dalam hati. Seluruh isi kebun binatang keluar. "Asu tenan, wong-wong iki. Raine podo koyo pandito ning utek tur atine koyo iblis." (Anj*ng, orang-orang ini. Mukanya seperti pendeta tapi berotak dan berhati iblis.red-). Jangan kalian pikir aku akan tinggal diam, kalau kalian semua bertingkah seperti iblis, aku bisa jadi iblis yang sesungguhnya."
104.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as arti timid
Read
+Library
Mempelai Tanpa Kontrak

Mempelai Tanpa Kontrak

Dengan melihat tikus itu saja, Aeri sudah tahu apa yang terjadi, membuatnya tidak bisa mencegah tawa keluar dari mulutnya. "Phahha, ehem pfft." Ingin Aeri tertawa terbahak-bahak, tapi melihat bagaimana Arvan terlihat begitu menderita akhirnya sekuat tenaga dia menahan tawanya itu. "Maaf, ternyata Baby Arvan masih takut sama tikus, ya." Aeri mengelus punggung Arvan yang sedikit sobek gara-gara cengkeraman tikus itu, ada juga sedikit noda darah di punggungnya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as arti timid
Read
+Library
Terpaksa Jadi Pacar

Terpaksa Jadi Pacar

"Sorry, Ta." Lalita bersedakap. Ia duduk di pinggiran ranjang sembari menatap lekat pada sahabatnya sejak kecil. "Ra, gue tau gimana rasanya cemas, takut, gelisah, apa pun itu. Tapi sekarang, percaya, deh. Ari bukan cowok sembarangan. Dia bisa ngerubah elu yang mulanya garang kek macan jadi lembut kek kelinci kampungan. Jangan ngeremehin Ari.
1014.0K viewsOngoingAdded to Library 350 Times as arti timid
Read
+Library
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

"Jadi, sebaiknya kita diam saja?" "Tidak," jawab Atthy lembut. "Tapi bertindak cerdas. Kau bisa buat mereka jatuh... tapi jangan sampai kau yang lebih dulu terpeleset." Hening sejenak. Hanya suara embusan angin yang terdengar. "Kau pernah mengalami hal semacam ini?" Atthy mengangguk perlahan. "Pernah. Dan aku belajar, kadang orang seperti itu tidak takut pada kemarahanmu, tapi mereka takut pada sikapmu yang tenang... yang tidak bisa mereka kendalikan."
2.5K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as arti timid
Read
+Library
Menggodamu Hingga Takluk Padaku

Menggodamu Hingga Takluk Padaku

Tangannya bergerak santai memainkan air di permukaan, menimbulkan riak kecil yang bergulir ke arah Calla. “Tupai punya beberapa kemiripan dengan manusia,” jawabnya pelan. “Mereka ingin tahu, berani, agresif, atletis, mudah bergaul.” Ia berhenti sejenak, menatap Calla dengan tatapan kelabu yang menusuk. “Dan untuk jenis tupai yang agresif, kamu hanya perlu sedikit bersabar menghadapinya. Dan jangan lupa untuk selalu memberinya makan, maka ia pun menjadi jinak. Persis seperti manusia, bukan?”
1032.6K viewsCompletedAdded to Library 814 Times as arti timid
Read
+Library
AFRAID

AFRAID

Bab 137 Afraid Tiba-tiba, saat pencarian tengah berlangsung tadi, terdengar bunyi gemerisik dari daun kering yang terinjak sesuatu. Cepat-cepat salah satu penduduk mengarahkan obor. "Suara apa itu?" tanya Tarno. "Babi, No!" sahut Andi. "Biasa aja ngomong babinya jangan sengaja banget muncrat ke muka aku," sungut Tarno.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as arti timid
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Matanya menatap Radit, masih menyimpan bayang-bayang ragu, tapi juga mulai terbuka untuk mendengarkan. Radit menghela napas sebentar, lalu menambahkan dengan nada ringan—berusaha mencairkan suasana. “Dan lagi, burungku bukan burung petualang…” Ia menyunggingkan senyum kecil. “Ia jenis yang betah di sarang. Setia menjaga teritorinya sebagai rumah yang nyaman.” Tari menahan senyum. Matanya masih berkabut, tapi di sudut bibirnya muncul guratan lembut—seperti pintu yang nyaris tertutup, namun belum terkunci.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as arti timid
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status