MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
Labuan Bajo, 2041.
Sepuluh tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubah retakan menjadi taman. Pagi ini, udara Bajo terasa begitu manis, seolah-olah laut sengaja mencuci dirinya sendiri untuk menyambut fajar yang baru. Aku berdiri di beranda rumah panggung kami, menghirup aroma kopi robusta yang bercampur dengan harum mawar merah yang mekar sempurna di sepanjang pagar. Mawar itu bukan lagi mawar hitam yang menyeramkan milik Maria; mereka adalah mawar merah darah yang segar, ditanam di atas tanah yang dulu pernah hangus terbakar.