Noda Dalam Luka
sahutku dengan suara lembut dan senyum.
"Masih ngapain kamu?" selidik Mas Rudi dengan nada kasar.
"Ini masih nyuapi Rere Mas," , sahutku dengan senyum manis, sambil memperlihatkan mangkok sisa makan Rere, yang kupegang di tangan kanan. Pada Mas Rudi.
Plaakk.
Sebuah tamparan mendarat di pipiku rasanya sangat sakit. Namun, aku berusaha untuk menahan rasa sakit dan tetap tersenyum.