Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam
“Ahaha tidak apa-apa, sesekali mengorbankan sesuatu yang besar demi aku kan tidak masalah. Anggap saja ini ganti rugi atas selama ini kau tidak pernah punya waktu untuk kencan kita.”
“Ah iyadeh,”
Mereka berdua pun duduk di kamar Nera. Namun akhirnya mereka tidak hanya sampai disitu. Kemesraan itu berlangsung semakin intinm. Kehangatan pun terjadi di ruangan itu, Kezia dan Nera perlahan terhanyut dalam situasi dan kondisi yang sangat tenang. Suara gerimis sayup-sayup terdengar. Nera pun membaringkan Kezia diatas ranjang, tangan mereka masih saling menggenggam, bibir mereka yang hangat saling bertemu. Suasana menjadi harmoni dan romantis. Kezia memeluk Nera karena sangat merindukan kehangatan