WITHERED
Bahkan, buliran salju yang turun seakan menjadi temannya.
"Tidakkah ia anak yang pandai menyenangkan diri sendiri? Aku jadi ingin tahu, berapa banyak temannya yang memagis karena bocah gembil itu datang ke negara ini."
Ucapan Rose membuatku memperhatikan Banyu, punggungnya bahkan terlihat senang dan tidak sabar, seolah menunggu Ken datang adalah hal yang sudah biasa ia lakukan.
'Teman, ya?' rasanya, aku tak pernah mendengar Banyu mengatakan siapa saja teman-teman bermainnya. Kecuali om Tian dan mbok Ijah.
Hot Chapters