Suami Warisan
“Ya. Kamu memang janji akan mengabulkan permintaanku untuk jadi desainer di rumah mode, tapi aku enggak mau tiba-tiba, tetap saja harus ada usaha dariku, ya ‘kan?”
Narendra mengangguk.
“OK. Jadi selama beberapa hari ini, kita akan jadi teman serumah ….”
Narendra baru mendengar istilah itu. Dia menelengkan kepalanya menatap Rengganis, “Maksudnya teman serumah?”
“Yah …. Dua manusia yang berteman tetapi tinggal bersama dalam satu rumah.”
Alis Narendra semakin tinggi terangkat saat dia berusaha memahami konsep itu.