Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Teman Adikku yang Maskulin

Teman Adikku yang Maskulin

Aku tidak pernah menyangka adikku memiliki teman sekelas setinggi dan sekuat orang Barat. Saat kesepian, aku paling suka diam-diam menonton film dewasa Barat di bawah selimut. Area intim mereka sangatlah besar dan mengintimidasi. Sudah ada banyak wanita yang dibuat terengah-engah dan merasakan kenikmatan luar biasa.
4.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 116 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Saat Ana terbangun, matanya sempat mencari arah, lalu menatap Andi dari balik helaian rambut kusut. "Kita masih bisa temenan kan?" Takut ide gilanya tadi membuat hubungannya dengan Andi menjadi canggung dan mempengaruhi persiapan pernikahan Ifa— sepupunya sekaligus calon istri Destra Andi menurunkan pandangannya ke Ana. Ia menatap lamat-lamat. “Na…” suaranya rendah. Berat. “Nggak ada temen yang tidur bareng—”
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 93 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku

Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku

"Yang benar saja, dasar mesum." Ye Qingyu menyeringai sambil melemparkan tatapan tajam ke arah pria itu. Aku berdiri di depannya dan menggeleng tegas, "Terima kasih, tapi aku sudah punya teman sekamar." "Hee? Memangnya tidak apa-apa sekamar dengan pria? Bukankah kau tadinya menolak?" "Lantas apa bedanya, Bodoh! Yang kubutuhkan bukan berpindah kamar dengan pria yang lain, tapi kamar yang bisa kugunakan sendiri!" aku berseru ketus.
1045.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 908 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Aksa!

Aksa!

Karena kalau mereka memilih sendiri-sendiri, maka akan ada satu orang yang merasa diasingkan. "Gua, Putra, dan Cakra bakalan satu kamar," ucap Aksa sambil menunjukkan kunci kamarnya. Pandangan Aksa menatap ke arah Aqilla. Ia sedang mencoba memikirkan siapa orang yang pantas untuk menjadi teman sekamar perempuan itu. "Biar gua sama Aqilla," sahut Azkia saat sadar Aksa sedang kebingungan.
109.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 264 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Petaka Semalam di Kamar Adik Ipar

Petaka Semalam di Kamar Adik Ipar

Apa tidak bisa kita tidur sekamar bertiga? Vania dan Valerie saling menatap kemudian melihat Leo seraya tertawa. ‘’Terus kalau misal mau berhubungan gimana?’’ Valerie ingin tahu jawaban Leo, apakah dirinya masih bisa adil? ‘’Mas tidak keberatan kita harus melakukanya bersama. Semuanya tergantung kalian.’’ ‘’Apa?’’ Kakak adik tersebut kompak berteriak. Leo tertawa terbahak-bahak. Senang sekali rasanya mengerjai dua saudari tersebut. Astaga, bagaimana bisa menikahi keduanya padahal dulu masing-masing saling menolak di madu.
9.727.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 685 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Tapi wanita ini kelihatannya sangat serius dengan ucapannya barusan. "Aku suka apartemen ini. Kau juga suka dengan apartemen ini kan? Kita tinggal bersama, kita bagi uang sewanya, kita buat perjanjian dengan Pak Evan untuk mengatakan pada semua orang kalau kita adalah sepupu dan membuat ia berjanji untuk tidak menaikkan uang sewa selama 1 tahun. Setelah 1 tahun, kita bisa putuskan apakah kita mau tetap di sini atau tidak?"
9.88.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 265 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Sebatas Teman Tidur

Sebatas Teman Tidur

Mengikuti langkah Lea masuk, tentunya setelah pintu rumah terbuka. “Kamar di rumah ini hanya ada dua, dan yang satunya itu kamar Leo. Kamu tidur saja di kamar Leo kan hari ini dia lembur,” ujar Lea setelah menurunkan Naka di sofa. “Sama kamu ya?” tanya Adrian sambil membantu merapikan barang-barangnya Lea. “Enggak. Aku mau jagain Naka.”
107.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 145 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

"Idih, jangan hemh begitu dong, El? Jangan ngambek, aku lagi nggak bawa cokelat sama loli pop, nih. Bisa payah kan, urusannya?" Giliran Seika yang tertawa, lirih dan renyah. "Iya, deh. Nggak jadi ngambek, kok. Tapi buruan dong, Kama. Jangan terlalu larut sampai di sini. Aku takut." "Oke, oke. Tunggu aku di sana, ya? BTW kamar kita bersebelahan, kan?" "Iya, bersebelahan. Konsepnya kita rekan kerja di Seikamara Publishing, oke? Nggak apa-apa kan, kalau kita sedikit bersandiwara, Kama? Demi keamanan."
105.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 209 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

“Aku tak peduli dengan apa yang ingin kau katakan tentangku, tapi yang jelas ada tiga orang yang tak memiliki teman sekamar di sini, yaitu Aku, Michael dan bocah itu!” Bocah yang dia maksud pasti adalah Jack. Meski dirinya tak ada di sini, tapi karena tak ada orang yang menyangkal hal tersebut atau mengaku sebagai teman sekamarnya, maka apa yang dikatakan oleh Adrian benar. Jack memang tak memiliki teman sekamar. “Meskipun kau ingin menentukan siapa pengkhianat di antara kami semua, tapi bukankah jumlah ini masih terlalu banyak?”
106.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 172 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
Teman Tapi Suami Istri

Teman Tapi Suami Istri

"Iya, kenapa Sarah? kamu nggak nyaman?" Sarah hanya menggeleng malam itu. Ia menatap bintang-bintang di langit Jakarta. Semalam Rafi dan Sarah seperti biasa yaitu duduk sembari mengobrol di balkon ruang baca. Angin sepoi menerpa tubuh mereka yang terbalut dengan pakaian tebal. Langit malam cerah dan dihiasi beberapa bintang yang berkilau bagai titik yang bercahaya. Sarah hanya berpikir tentang mereka yang akan menginap di rumah Mamah, berarti ia dan suaminya akan tidur sekamar untuk pertama kalinya. "Mbak Sarah ngelamunin apa? itu sayurnya ada yang tumpah loh," ucap Bik Arni yang baru datang dan membuyarkan lamunan majikannya.
99.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 197 Beses bilang teman sekamar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status