SAAT KU TAK LAGI DIHARGAI
Tempat terbuka tanpa atap membuat kami seolah sedang berada ruang makan yang bertaburan bintang-bintang.
Sementara kami berempat berbincang di sebuah bangku melingkar, Icha, Rina dan Rino sesekali berlarian di arena bermain tak jauh dari tempat kami duduk.
"Benar-benar tempat yang sempurna," ucap mbak Santi terkagum. Maklumlah, kakakku itu jarang sekali pergi kemana-mana. Sejak waktu dia masih hidup kekurangan sampai akhirnya mas Hanif jadi kepala cabang seperti sekarang, Kehidupan kakakku tak banyak yang berubah. Tetap dengan kesederhanaannya.