Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

Meja makan pun dipilih yang tak terlalu besar dengan hanya menaruh dua kursi plastik saja untuk kami makan berdua. “Tumben bawa makanan segala? Biasanya, nggak bakalan bawa kalau nggak di W* segala,” ucapku sengaja menyindir sambil meneruskan pekerjaan. “Emangnya aku bawain kamu? GR banget?”
538.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
Sukses setelah ditalak Tiga

Sukses setelah ditalak Tiga

"Mbak, ekspansi, lah ... katering kantoran. Lo bisa atur menunya, bagian pengantaran sementara gue nggak masalah." Keira sedang memperhatikan ayam panggang dalam oven besar di garasi. Sekali memanggang enam ekor ayam bisa masuk. Mempersingkat waktu. "Bisa, sih, tapi wadahnya gue nggak mau yang cuci-cuci itu." Keira melepas cempal sarung tangan, lalu duduk di ubin teras bersama Kemal. "Ya beli yang sekali buang. Jaman sekarang kan banyak. Lo tanya ke tempat langganan."
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Jangan sampai nanti mubazir gara-gara lapar mata. Setelah mengambil makanan, mereka langsung totalan di kasir baru kemudian pergi mencari tempat duduk. Rumah makan itu sangat besar. Tempat duduknya ada yang memakai meja dan kursi, ada juga yang lesehan. Yudha dan Vina memilih tempat duduk yang ada kursinya. Mereka makan di sana. Yudha menatap bagaimana Vina makan. Gadis itu kelihatan lahap sekali. Kedua pipinya sampai menggelembung seperti seekor tupai.
9.8127.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
Terungkapnya Kebiasaan Buruk Suamiku

Terungkapnya Kebiasaan Buruk Suamiku

Masa iya dia tak tergoda pada satu wanita pun. Kami sampai di sebuah tempat yang bertuliskan 'Yudhagama' yang bertema khas korea. Cafe berkonsep 'all you can eat' alias bisa makan di tempat sepuasnya dengan patokan membayar sesuai harga yang tertera. Beberapa pelayan yang berpakaian merah hitam menyambut di depan pintu, saat Yuda mendorongku perlahan, sedang Ibu dan Adi menyusul di belakang.
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG BERJUANG SENDIRI

ISTRI YANG BERJUANG SENDIRI

Mita langsung membawa barang-barang yang kami beli ke kasir dan dengan membayarnya dengan menggunakan kartu debitnya. Setelah puas berbelanja baju, Mita mengajakku untuk makan di restoran Jepang dan Korea. Kami sepakat memilih menu All You Can Eat yang sedang trend itu, menu yang mengajak kita untuk makan sepuasnya dalam kurun waktu 90 menit tapi kalau tidak habis tidak boleh dibungkus untuk di bawa pulang, kami memilih menu barbeque. Aku mengambil dua piring daging sapi mentah yang diiris tipis dan berbumbu teriyaki dan pedas. Sedangkan Mita memilih sayur, otak-otak, tempura, sosis, dan pentol ayam. Pramusaji datang membawakan kompor kecil portable dan pinggan untuk memanggang makanan yang
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

sahut Panji Jagat seraya tersenyum ramah. “Oh, baiklah kalau begitu, akan segera kami sajikan.” “Sebentar, Ki.” “Ya, Aden, ada apa?” “Em, hanya mau tanya, berapa makanan untuk sekali makan di sini?” tanya Panji Jagat dengan suara setengah berbisik. “Tak terlalu mahal, Aden. Hanya lima gobog.” (Gobog = sejenis uang logam perunggu zaman itu).
8.97.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
Bidadari tak Sempurna

Bidadari tak Sempurna

ucap pelayan setelah meletakkan piring di hadapanku dan Reno. “Ayo dimakan, Ran. Nanti keburu dingin,” kata Reno. “Oke,” jawabku. “Kamu sering makan di tempat ini, Ren? Kalau cuma nasi goreng, nasi goreng abang-abang di pinggir jalan banyak yang enak loh. Harganya juga murah meriah. Kita kalau jadi orang tidak boleh boros, harus pandai-pandai mengatur keuangan. Kita tidak akan pernah tahu kebutuhan mendadak di masa yang akan datang,” tuturku panjang lebar.
9.93.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
Terpaksa Akad

Terpaksa Akad

ucapku sambil menunjuk salah satu bangku kosong tepat di sebelah tempat mencuci piring ini. Benar kata Om Zuan, piring kotor dan gelas kotor sangatlah banyak. Apalagi pengunjung terus saja datang, seakan tak memberiku kesempatan untuk beristirahat. Peluhku pun ikut menjadi teman berjuang meskipun angin sepoi itu menyapa. Ya, warung makan yang terbuat dari tenda dadakan ini memang cukup nyaman, tempatnya strategis, dan makanannya pun enak. Ditambah lagi harganya terjangkau. Meskipun belum terjangkau di dompet Om Zuan saat ini.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 883 kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

“Mari silakan duduk, Pak Rayyan! Ini silakan daftar menunya!” Pak Rayyan tersenyum lalu berjalan mencari tempat duduk yang kosong. Tak terlalu luas teras yang dijadikan tempat duduk untuk yang makan di tempat. Hanya ada dua bangku panjang yang mengapit satu meja. Selebihnya hanya ada kursi-kursi plastik yang ditumpuk di pojok warung. Biasanya para karyawan yang membeli nasi untuk dibungkus, akan memilih duduk di kursi plastik tanpa sandaran itu.
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai tempat makan sekali pakai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status