Pemuas Hasrat CEO Dingin
tanyanya datar tanpa menoleh, masih memperhatikan tempat tinggal kumuh yang berada di sebelahnya.
“Iya, Pak,” jawab Nora pelan, suaranya hampir tenggelam.
Mendengar itu membuat tatapan mata Dirga makin tajam. “Tidak ingin meminta tempat tinggal yang lebih layak?”
Nora mencoba meredakan ketegangan dengan senyum tipis, bercanda kecil agar suasana tidak kaku. “Boleh?” katanya setengah main-main.
Namun candaan itu justru dibalas serius. Tanpa aba Dirga mengeluarkan ponselnya, menempelkannya ke telinga sambil berkata, “Carikan tempat tinggal di dekat kantor, sebuah apartment dengan—
Hot Chapters