Penghuni
Wajah mereka terlihat bersemangat, seakan tempat ini bukanlah rumah dengan aura menakutkan yang aku rasakan sejak tadi pagi.
“Nah, akhirnya kita lengkap juga!” seruku, mencoba menyambut mereka dengan senyum.
Andi menatap ke arah ruang tengah dengan heran. “Nara, kenapa rumahnya kayak gini? Temboknya kotor banget, sih. Kayak belum pernah diurus,” ucap Andi sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Hot Chapters