Ta'aruf Before Married
“Apaan, dah! Kalo gue nontonnya Narto, oke lu bilang gue gitu, haha,”
“Naruto, woy, Naruto.”
Malam yang panjang itu, berganti menjadi pagi. Rutinitas kuliah-pulang kuliah-pulang pun kurasakan kembali. Jujur, lega juga ketika penelitian itu selesai. Aku jadi tidak perlu begadang semalaman mengerjakan berlembar-lembar naskah. Tapi waktu-waktu yang kuhabiskan membuat proposal pun juga menyenangkan. Ribet, tapi menyenangkan. Yaa, semoga saja, kerja kerasku terbayarkan. Jepang! I will meet you soon!!!
Hot Chapters