Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

“Satoru-san, tadi sepertinya kamu bilang rumahmu jauh dari Tokyo?” “Aku juga punya rumah di Tokyo. Lima belas menit dari sini jika berjalan kaki.” “... Eh? Kalau rumahmu sedekat itu dengan kantor kita, kenapa kamu lebih sering tidur di sini?” “Hm... Nanti kamu akan tahu sendiri alasanku kalau kamu sudah melihat rumah itu.” -Dua puluh lima menit kemudian- Aku telah berdiri di depan sebuah rumah bersama Satoru-san. Sebuah papan kecil bertuliskan ‘Hongo’ dalam aksara Jepang, terpasang di samping gerbang masuk.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

Para penghuni Sanctuary menatapi mobil yang mereka tumpangi dengan penuh penasaran, sangat jarang bagi penghuni Sanctuary menjumpai yang seperti itu. Setelah beberapa saat menelusuri Sanctuary akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Sebuah rumah sederhana yang temboknya ditumbuhi lumut dan akar rambat berdiri kokoh walaupun terhimpit di antara dua gedung pencakar langit. "Seorang Underlord tinggal di tempat seperti ini?" tanya Ryo sembari membayangkan ruangan sempit yang dipenuhi tumbuhan di dalam pot.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Adapun mba Narti saat mereka pindah masih semester IV, tetap tinggal di Bandung. Rumah mereka di Bogor berada di tanah yang cukup luas. Satu bangunan rumah induk dengan halaman luas yang sebagian kemudian dijadikan kos-kosan mahasiwa. Separuh kos-kosan yang kemudian digunakan untuk kosan putri punya halaman yang sama dengan rumah induk. Adapun separuh lagi untuk kosan putra menghadap ke jalan utama dengan halaman tersendiri.
965 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Matteo mulai sedikit geli dengan semua pertanyaan yang diajukan Ivy. "Dimana mereka tinggal?" "Di rumah Ranallo ada satu blok khusus yang memang digunakan untuk pelayan dan juga pengawal. Blok itu adalah tempat istirahat dan juga tempat berganti shift. Jika di sini mereka menggunakan paviliun yang ada di bagian belakang rumah. Mereka istirahat di sana." Paviliun yang belum pernah Ivy lihat. Dia malas menjelajah ke belakang kemarin. Dia lebih berkonsentrasi pergi keluar rumah.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Ia butuh tempat aman dan Pak Surya menyarankan agar ia membeli tempat tinggal untuk sementara sembari menunggu waktu berkabung selesai untuk diperkenalkan sebagai pewaris kepada ibu tiri dan saudara tirinya. Dan satu nama melintas di benaknya: Apartemen Nusantara. Gedung mewah yang hanya dihuni para elit, penjagaannya ketat, bahkan tamu biasa pun harus melalui lima lapis keamanan. Tempat yang pas untuk tinggal sementara waktu. Tanpa berpikir panjang, ia memutar setir dan menyalakan lampu sein. Mobil meluncur menuju kawasan elit tempat apartemen itu berdiri, di tengah siluet kota yang berkilau.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

"Punya tempat yang lebih kecil. Tempat yang tidak membutuhkan banyak staf untuk merawatnya, di mana aku tidak merasa seperti tamu di rumah orang lain. Tempat yang terasa seperti diriku juga. Tempat kita. Sesuatu yang kita bangun dari awal, bersama." Nate mengangguk penuh pertimbangan, dan sudah terlihat seperti sedang memilah berbagai pilihan properti di kepalanya. "Itu sama sekali bukan masalah," katanya cepat. "Aku punya beberapa properti tempat tinggal di sekitar kota. Ada yang menghadap Rivelle, ada di Belmont Dataran, beberapa apartemen modern di Alder Wharf. Kita bisa mengunjungi sebanyak yang kamu mau sampai menemukan tempat yang membuat matamu berbinar."
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

"Aku harus tinggal di sini, lebih dekat dengan Surya, untuk mencari jejak." Jaya mengangkat wajahnya dari rambut istrinya. Matanya yang merah menatap Broto dengan penuh harap. "Tentu saja, Mbah! Tinggallah selama yang Mbah butuhkan! Jangan khawatir, saya sudah siapkan tempat. Di halaman belakang ada paviliun kecil, biasanya untuk menyambut tamu dari kecamatan atau kota kalau ada acara di desa. Mbah bisa tinggal di sana."
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sang Presdir

Gairah Terlarang Sang Presdir

"Keknya kamu nggak sabar banget pingin tinggal di sana. Bukannya lebih nyaman tinggal di rumah ya?" Arka mengangguk samar, sebelum akhirnya kembali fokus ke layar ponselnya. "Kalau ditanya lebih enak, pasti enakan di rumah lah. Tapi, kapan lagi kan tinggal di rumah gedong gitu. Apalagi ada kolam renangnya di dalem. Pasti, ada tempat gym-nya juga," ucap Arka santai. "Yakin banget emang ada tempat gym?" tanya Nara heran.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Kau membantu penulis-penulis baru, melindungi semesta-semesta yang rapuh, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun cerita yang dibuang secara tidak adil. Kau dan Nari memiliki sebuah rumah kecil di perbatasan antara Nuranipura dan Bumi yang baru. Setiap hari, kalian menerima tamu dari berbagai semesta naga yang ingin belajar menulis puisi, air yang ingin belajar menari, dan manusia yang ingin belajar menjadi abadi.
910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

candanya. Mahesa tertawa kecil, matanya basah oleh haru. “Saya siap, Mas.” “Bagus.” Pandu berdiri, meregangkan bahu. “Kamu nggak usah cari tempat tinggal. Di sanggar ada ruang kosong, kamar mandi juga. Kalau perlu suasana lain, ikut saya ke kampus sesekali. Kita berbagi di sana.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai tempat tinggal naruto
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status