Mengikuti Kata Hati
“Nggak, ini bukan soal balas budi. Aku benar-benar ingin menikahimu.”
Kata-katanya sangat tulus, matanya penuh dengan kegelisahan dan kelembutan.
Namun, bagiku, itu terdengar seperti jebakan. Lagi pula, dalam kehidupan sebelumnya, aku telah mendambakan kelembutan ini selama puluhan tahun tanpa pernah mendapatkannya.
Sekarang, aku benar-benar telah melepaskannya. Apakah kelembutannya itu jebakan atau tulus, itu tidak penting lagi.