Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Pelitku Menyesal Setelah Berpisah Denganku

Suami Pelitku Menyesal Setelah Berpisah Denganku

# Beberapa hari kemudian Suasana pagi hari di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta cukup ramai, Haikal, Hadi dan keluarga Bang Togar, berjalan beriringan menaiki kapal KM Kelud yang berkapasitas dua ribu orang penumpang, yang tidak lama lagi akan berangkat. Mereka hendak berlayar menuju ke pelabuhan Belawan Medan Sumatera Utara, namun harus transit di beberapa titik sebelum sampai di tujuan akhir, mereka akan berlayar selama tiga hari dua malam.
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 609 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
MEZZALUNA [Indonesia]

MEZZALUNA [Indonesia]

ujar serigala berbulu hitam legam: memberinya ijin untuk mengecek ke sumber terjadinya gempa. Archie lantas melolong, memanggil Gabe saat ia hendak berlari ke tempat tujuannya. Bagaimana pun, Archie membutuhkan Gabe untuk ikut bersamanya. Ia tahu, pasti tengah terjadi pertarungan di suatu tempat antara Skaragard dan Argent seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. *** Leona memekik saat dirinya terseret masuk ke dalam lubang besar di sekitar pohon tersebut. "O Shit!" pekik Luca dan Damien bersamaan.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Kelana Nirbatas

Kelana Nirbatas

Aroma khas bumbu ikan bakar yang terjatuh dan menyentuh bagian atas arang telah hinggap dengan nyaman di dalam indra penciuman mereka, kepulan asap tipis dari atas pemanggangan berhasil mendatangkan nafsu makan yang sejak pagi tadi mereka tahan. Tak jauh dari tempat mereka singgah, terdapat sebuah tulisan besar yang berdiri kuat di atas tanah, sebuah ikon yang terdiri dari beberapa huruf besar terbuat dari beton, huruf-huruf itu dipasang berdiri sejajar, membentuk dua buah kata yang bertuliskan “Pantai Abipraya.” “Wah…, kok ke sini?” tanya Niskala penasaran.
9.93.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Akhirnya Lana menemukan jawaban yang tepat dan mengirimkan pesannya. "Menarik juga, Mas Rei. Emang kita mau makan siang di mana?" Balas Lana mengirimkan pesannya. Terlihat Rei tengah mengetik balasannya. Gadis itu menanti dengan berdebar. "Ke Kedai Mama aja yuk, di Jalan Sirsak... Tau nggak? Di Sana mau makan Indonesian food ada, mau makan yang Ala Western juga ada... Gimana menurut kamu?"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

“Bel, bulan depan ambil cuti panjang ya, aku kebetulan ada dua tiket tur keliling dunia, sebenarnya bukan dunia sih, cuma di Dubai, Turki sama di maldives.” Bella tercengang mendengar ajakan Ain “kamu mau ajak aku jalan-jalan A?” “Ya semacam itulah, itung-itung bonus gaji kamu selama ini.” Ujar Ain nyengir. Mendengar Ain menjawab seperti itu, seperti ada sebuah perasaan aneh muncul dari bawah dasar perut, memberontak untuk keluar, seketika langit yang cerah ditaburi bintang gemintang bagaikan laron terbang, indah. Bella hampir salah tingkah dibuatnya, namun karena kelincahannya dalam mengendalikan mimik wajah, Bella berusaha sedatar mungkin menanggapi ajakan Ain “baiklah aku pikir-pikir dulu
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

Haikal : Cabut aja lah kalau emang gak ada Jevano : Iya nggak ada, udah empat hari katanya rumahnya kosong Hayden : Pindah apa gimana lo Ra @Shera Jevano : Liat aja hari Senin gimana Regar : Kita udah mau lulus, yakali pindah Mahesa : Liburan kali Haikal : Liburan mah harusnya izin Felix : Van sini nyusul lah, warkopnya Hasung Felix : Mabar kita Jevano : Otw
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Berbaring di tempat tidurnya, dia mendengarkan versi piano dari Pachelbel's Canon, tiba-tiba menyadari keindahan hidup yang begitu sederhana. – Pusat Kota, Departemen Kepolisian Kriminal – "Kapten Gao, kami menindak sebuah rumah bordil malam ini dan menangkap banyak orang," kata seorang polisi muda dengan nada menggoda. Gao Ran menepuk bahu polisi kecil itu dan berkata, "Kerja bagus, kerja bagus semuanya."
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

tandas Ailen. “Apa kamu masih ingat tentang apa yang kamu katakan dulu? Mencintai orang bukan mencari yang berpandangan sama? Tapi belajarlah untuk menghargai pandangan. Aku masih memegang kata itu sampai sekarang Rav,” lanjut Ailen dengan sedikit nada tegas. “CUKUP! Hati yang pernah terluka masih bisa mencintai SIAPA,” balas Arav sambil berdiri.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Ia pun mencari penginapan agar bisa segar esok hari sebelum masuk Padang Belantara Monster. Keesokan paginya, saat hendak berangkat, ia tanpa sengaja mendengar percakapan di jalan: “Oh, kudengar belakangan ini di tepi Padang Belantara Monster muncul monster tingkat tinggi. Apa benar?” “Hehe, mungkin benar. Temanku melihat sendiri seekor monster tingkat tujuh, naga bertanduk tunggal, muncul di perbatasan.
9.960.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status