Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senandika

Senandika

Haikal : Cabut aja lah kalau emang gak ada Jevano : Iya nggak ada, udah empat hari katanya rumahnya kosong Hayden : Pindah apa gimana lo Ra @Shera Jevano : Liat aja hari Senin gimana Regar : Kita udah mau lulus, yakali pindah Mahesa : Liburan kali Haikal : Liburan mah harusnya izin Felix : Van sini nyusul lah, warkopnya Hasung Felix : Mabar kita Jevano : Otw
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

tandas Ailen. “Apa kamu masih ingat tentang apa yang kamu katakan dulu? Mencintai orang bukan mencari yang berpandangan sama? Tapi belajarlah untuk menghargai pandangan. Aku masih memegang kata itu sampai sekarang Rav,” lanjut Ailen dengan sedikit nada tegas. “CUKUP! Hati yang pernah terluka masih bisa mencintai SIAPA,” balas Arav sambil berdiri.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Sejak kecelakaan tiga belas tahun lalu, tubuhku terluka dan aku tidak bisa mengandung. Tidak ada yang berani membicarakan hal ini di depan Rendra, tetapi tidak disangka, adiknya malah mengatakannya di depan para tamu saat pernikahan mereka. Suasana di tempat berubah canggung. Tatapan semua orang berfokus padaku. Rendra menggenggam erat tanganku, menampar adiknya, lalu berkata dengan tegas, "Meski Citra nggak bisa melahirkan, tetap hanya dia yang layak menjaga pusaka Keluarga Baskara!"
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Kebangetan (Pov Izzah) [Bik, ambil di laci nakas tidurku, ada botol kaca kecil. Bawa keluar dan kunci kembali kamarku. Itu botol isinya obat pencahar, teteskan di makan siang mereka, Bik. Jangan banyak-banyak. Mengerti?] Sebuah chatku kirimkan pada Bik Karmi, saat itu juga sebelum dia memasak untuk Ibu Mertuaku itu. Seperti biasa, dia selalu responsible pada setiap chatku.
30.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 617 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Dengan perut yang membesar begitu, sudah pasti ia merasakan sesak saat bernapas. "Sebenarnya anak saya ini kenapa, Mbah?" Tanya Bulek Sutini yang tak lagi bisa menahan air matanya. "Kau tau Begu Ganjang?" Kami terkesiap begitu mendengar pertanyaan dukun tersebut. Kami yang tinggal di daerah Sumatera bagian Utara sudah sangat sering mendengar cerita tentang jin satu itu. Jin tersebut biasanya adalah peliharaan orang. Tapi kenapa tiba-tiba dukun itu bertanya soal Begu Ganjang?
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Begitu memasuki rumah makan, seorang pelayan menyambut kami dan memberikan daftar menu. "Haruan cacapan limau kuit," ujarku pada pelayanan rumah makan. Ikan haruan atau ikan gabus memang sangat sempurna saat dipadukan dengan cacapan limau kuit. Cacapan limau kuit sejenis sambal berbentuk cair, terbuat dari irisan bawang merah mentah, diberi irisan limau kuit serta cabe rawit. Tak lupa garam dan air secukupnya. Rasanya sangat segar. Menggugah selera.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

tanya penjual rujak cingur menyela pembicaraan Purnomo dengan Jati. “Dua, Bu. Pedas semuanya,” jawab Purnomo sambil menjauhkan ponsel genggam dari mulutnya. Purnomo kembali menempelkan ponsel ke telinganya, dia mendengar perkataan Jati lagi. “Bos, mau memberi laporan singkat bahwa Vanya berhasil kabur ketika Anthony dan teman-temannya menyusul ke hutan Legian waktu itu!!”
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai terbelalak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status