Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Splatssh. Teriakkan keras Banakeling bergaung, seraya dia dorongkan cepat kedua tapak tangannya ke arah langit. Dua buah tapak membara yang diikuti lintasan api berkobar, nampak meluncur cepat ke angkasa. KHA - BYARRSSKKH..!!!
1024.9K viewsCompletedAdded to Library 596 Times as terengah-engah
Read
+Library
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Hihihihi . Tawa melengking yang terdengar dari ke 13 ponsel bersahutan, membahana, dan membuat semua orang yang mendengar tertekan dan ketakutan. Mereka bahkan melupakan Ijul dengan aroma busuk tercium. Mayat bertubuh basah dan mengalami pembusukan lebih cepat itu diabaikan. Pohon angsana bergoyang hingga beberapa burung berterbangan dari sarang. 3 orang berteriak, sambil melompat-lompat.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as terengah-engah
Read
+Library
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

geramku dengan nafas terengah-engah. ***Ofd. Wah wah wah ... enaknya diapain ya, Mas Rudi. Ada yang mau kasih saran?
10145.6K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as terengah-engah
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“AYA NAON SIH MANG, NYEURI HULU A*NG NENGGAR KACA YEUH! (ADA APA SIH MANG, SAKIT KEPALAKU TERBENTUR KACA TAHU! )” “LAMUN MANEH SIEUN, TURUN DIDIEU, KAJEUN URANG SORANGAN ANU KA KAMPUNG SEPUH, ULAH NGEREM NGADADAK ANU BISA NYIEUN CILAKA! (KALAU KAMU TAKUT, TURUN DISINI, BIAR AKU SENDIRI YANG KE KAMPUNG SEPUH, JANGAN NGEREM MENDADAK YANG BISA BIKIN CELAKA! )”
10126.4K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as terengah-engah
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

71 "Haiya! Kalian ngalangin jalan owe!" sungut Engkoh Wei Wiw Ya, dengan dialek kental pria tua Tiongkok. "Masih lega itu, Koh," kilah Girish. "Lega apanya? Di kili, tiang listlik. Di kanan, kantol. Tengah-tengah, kalian," sanggah Engkoh Wei Wiw Ya. "Kiri, Koh. Bukan kili."
101.2K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as terengah-engah
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Black Earth terbang mendekat dan dengan cepat berkata, "Apa masalahnya? Kita bisa pergi bersama!" Kedua hewan ini memiliki garis keturunan yang luar biasa; sungguh disayangkan mereka lahir di tempat yang begitu kecil.
1012.9K viewsOngoingAdded to Library 270 Times as terengah-engah
Read
+Library
SELINGKUH

SELINGKUH

Napas keduanya terengah-engah, tatapan keduanya saling mengunci dan sementara tubuh mereka mulai bermandikan keringat, tetapi itu permainan baru saja dimulai. Bersambung.... Terima kasih buat yang selalu memberikan dukungan. Salam manis dari Cherry yang manis. ♥️🌸😚
1015.4K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as terengah-engah
Read
+Library
Tante, Berhentilah Mengejarku

Tante, Berhentilah Mengejarku

terdengar seperti sedang menguji sesuatu. Andre merasa jantungnya ingin copot. Tubuhnya panas, napasnya pendek. Mila masih mengusap punggungnya, jari-jarinya bergerak melingkar pelan, hampir seperti pijatan kecil. Setiap sentuhan membuat kulit Andre merinding. “Kita pulang yuk,” kata Mila tiba-tiba, suaranya lebih rendah dari biasanya. “Udah malam. Tante capek.”
3.1K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as terengah-engah
Read
+Library
Suami Warisan

Suami Warisan

Akang enggak apa-apa ‘kan? “Ah, teu aya nanaon, Neng. Upami teu bisa kadieu, teu kunanaon …” (Ah, tidak ada apa-apa, Neng. Kalau tidak bisa datang kemari, tidak apa-apa) “Muhun, Teh. Punten, nya.” (Iya, Kak. Maaf, ya.) “Sawios, Neng. Hati-hati di jalan …” (Enggak apa, Neng.)
10157.9K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as terengah-engah
Show Reviews (58)
Read
+Library
Kikiw
Baru tau cerita ini kemarin pas lg sale 70%. Asli! nyesel banget pagi ini krn gk langsung buka semua bab pdhl ada koin! gara2 ketiduran pas baca semalem ... But, semoga bisa ngelarin cerita si Akang, karena emang sekeren itu ceritanya meskipun belum ada 20 bab yg kubaca!
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status