Aku Dan Tuan Duke
Ia menyimpan tanganku di gandengannya, dekat ketiak begitu anggun layaknya ningrat, hingga bikin tubuh kami dekat.
Hanya berjalan beberapa meter, aku melihat salah satu bagian dari jejeran gedung di jalanan utama ini. Agak beda. Kaca-kacanya lebih besar, tinggi ketimbang yang lain. Seperti mereka tidak ragu-ragu menampakkan segala yang ada di dalam sana kepada khalayak ramai. Di samping-samping jendela itu ada terali bercat hitam dan emas yang mencolok, terali besi dibentuk seperti pagar kelam yang ditumbuhi sulur tanaman emas. Begitu asing ketimbang bangunan-bangunan kelabu di sebelahnya.