Tersesat
Najwa tersenyum sinis, kemudian dia berkata penuh penekanan, "ingat! karma akan melakukan tugasnya dengan baik dan benar mulai hari ini, jadi bersiaplah!"
Bambang tidak menjawab, tubuhnya gemetaran. Najwa mengucapkan setiap kata dengan begitu tenang tapi entah mengapa, seperti ada kegelapan yang tiba-tiba menyelimuti hati Bambang. Menjadi racun yang mulai menggerogoti pikiran. Najwa tersenyum sinis, menyeriangai. Seringainya membuat Bambang semakin menggigil. Saat Najwa melangkah pergi Bambang jatuh terduduk. Ia menatap langkah Najwa meninggalkan rumah dengan tatapan linglung.
Hot Chapters