TETANGGA BARU
"Makasih banyak, Fan. Aku gak tahu seandainya aja kamu gak bantu aku sampai detik ini. Pasti——"
"Ssstttt!" Fano menempelkan jari telunjuknya di bibirku. Memotong ucapanku cepat. "Aku sahabat kamu, Han. Aku akan selalu ada buat kamu. Aku nggak perlu ucapan terima kasih kamu terus menerus. Aku mau kamu terlepas dari Adrian, dan melihat kamu bahagia, Han."
Aku terdiam. Bibirku tersenyum dengan kedutan di ujungnya. Fano begitu tulus. Sejak dulu, dia memang temanku yang paling pengertian.