Cacian Keluarga SuamiKu
Keris pusaka di tangan Artha berkilau samar, seolah tahu apa yang menunggu di dalam.
Pak Ranu duduk bersila di tanah, dupa menyala di depannya. Bibirnya terus melantunkan doa, mantranya terdengar berat, seperti melawan sesuatu yang tak kasat mata.
Ayudia berdiri tak jauh dari mereka, bayinya di gendongan, wajahnya penuh air mata. “Artha, jangan pergi… aku mohon…”
Artha menghampiri, mencium kening istrinya, lalu mengecup bayi mereka yang tertidur. “Percayalah, Ayu. Aku akan kembali. Aku harus.”
Hot Chapters