PRAS, and his destiny
ucap Fausto sembari masuk ke dalam mobilnya lalu pergi ke rumah besar miliknya dengan pekarangan luas yang akan dijadikan tempat latihan Alexander nanti.
***
Zurich.
Kamar itu terasa kosong, Andreas, istri dan anaknya sedih melihat kondisi Pras, tubuhnya lemah, gairah hidupnya tak tampak. Semua asset Andreas bekukan, kerja sama banyak di batalkan. Bangkrut? Jelas tidak, pengusaha sekelas Pras tak akan bangkrut, tapi menerima takdir jika ia ditinggalkan orang terkasih, seolah membuatnya mati perlahan. Walau jelas beberapa kekeyaannya terkikis perlahan, itu wajar. Ia merindukan wanitanya, istri cantik dan tercintanya. Takdirnya kembali menyakiti dirinya seperti melepaskan kulit dari daging den
Hot Chapters