Terpikat Hasrat CEO Dingin
Pemandangan dari balik jendela nyaris seperti lukisan—ladang lavender, bangunan tua dari batu abu-abu, dan burung-burung besar melintas dengan bayangan di tanah.
Kastil tua itu menjulang dalam sunyi, terletak di puncak bukit yang sepi. Pemandu kami, seorang pria paruh baya dengan aksen lokal yang kental, mengenakan mantel panjang dan sepatu bot kulit, lalu mulai menjelaskan sejarah panjang bangunan itu—tentang bangsawan yang hilang secara misterius, tentang ruang bawah tanah yang konon menyimpan kutukan.
Verena menggigil ringan. “Kalau tiba-tiba ada suara langkah padahal tidak ada siapa-siapa, aku langsung pingsan.”
Bab Populer