Ada sesuatu yang istimewa tentang 'Cinta di Dalam Gelas' yang membuatku terus memikirkan ceritanya bahkan setelah selesai membacanya. Novel ini bercerita tentang Rara, seorang barista berbakat yang terjebak dalam rutinitas hidup yang monoton, sampai suatu hari dia bertemu dengan Danar, seorang penulis misterius yang sering datang ke kafenya. Mereka berdua mulai terhubung melalui percakapan tentang kopi, kehidupan, dan arti cinta yang sebenarnya. Yang menarik, gelas kopi menjadi simbol penting dalam cerita ini—setiap tegukan seolah mewakili lapisan emosi yang berbeda.
Novel ini tidak hanya tentang percintaan biasa, tapi juga tentang bagaimana dua orang saling menyembuhkan luka masa lalu masing-masing. Aku suka bagaimana penulis menggambarkan dinamika hubungan mereka dengan detail kecil seperti aroma kopi atau cara Danar selalu memesan minuman yang sama. Endingnya cukup membuatku merenung tentang makna kehilangan dan pertumbuhan pribadi. Cocok banget buat yang suka kisah slice of life dengan sentuhan romantis yang dalam.