GODAAN DI SEPERTIGA MALAM
Ia menyesuaikan tinggi mikrofon, menarik napas dalam-dalam, lalu menatap lurus ke arah puluhan pasang mata yang semula menghakiminya.
TAP.
Ketukan lembut jari Kirana pada mikrofon bergema melalui pengeras suara, membungkam seluruh sisa suara di ballroom.
"Selamat malam, Bapak dan Ibu yang terhormat," sapa Kirana dengan suara yang jernih, bergema anggun, dan tanpa sedikit pun getaran ragu.
Kirana mengedarkan pandangannya, menatap wanita paruh baya bertali leher mutiara, pria berjas kelabu, hingga Valerie yang berdiri di tengah kerumunan.