Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANAKKU DIMANGSA PAEDOFIL

ANAKKU DIMANGSA PAEDOFIL

Selamat sore, Tuan Gerry Ini mungkin adalah pesan terakhir dari saya. Telah sekian tahun saya mengabdi pada Anda. Terus terang, beberapa tahun terakhir, saya tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak mengharap cinta dari Anda. Saya tahu persis bahwa Anda telah menemukan keluarga yang selama ini terpisah. Cinta Anda hanya ada untuk mereka dan hal itu tidak bisa saya terima. Lebih baik Anda tidak bersamanya dan saya terpaksa kalah oleh cinta. Selamat tinggal, my beloved. ~Clarisa Peron~
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Tersandung Cinta Tuan Muda

Tersandung Cinta Tuan Muda

“Hari ke-50… Aku mulai belajar membuat kopi sendiri, tanpa berharap kamu membawakannya. Tapi rasanya tak pernah sama.” Dan pada lembar terakhir, Adrian menulis: “Hari ke-100… Ini surat terakhirku. Aku menulis bukan untuk memintamu kembali, tapi agar kamu tahu: aku pernah mencintaimu seutuhnya. Dan aku masih melakukannya. Tapi jika kamu bahagia tanpaku… aku akan pergi selamanya.”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Jejak Cinta di Atas Abu

Jejak Cinta di Atas Abu

Tangan yang memegang tetikus bergetar, tetapi dia bersikeras memutar ulang video itu berkali-kali. "Bagaimana kamu tahu dia mengalami kecelakaan?" Suara Sandi serak. Mungkin dia juga bingung, kenapa hal yang tidak dia ketahui justru diketahui oleh Lukas. Lukas mengejek, "Bukannya kamu sudah tahu? Telepon terakhirnya untukku." "Saat itu, dia bahkan nggak punya tenaga untuk berbicara, tetapi dia menggunakan sisa kekuatannya untuk memberitahuku sebuah rahasia."
30.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Gadis Terakhir

Gadis Terakhir

Sifabella bertanya lagi, melanjutkan misi membuat Aarav naik pitam. “Sama lo lah, di kamar kita.” Aarav menyimpan dus terakhir itu di atas meja makan. “Lo beresin semua ya, gue mau keluar dulu.” Secara tidak langsung Aarav sedang pamit. “Kok gitu? Barengan donk beresin barang-barangnya, waktu belanjanya ‘kan kita bareng-bareng.” Sifabella memprotes.
1042.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Sepertinya ini adalah pesan terakhir yang akan aku baca dari Faial. “Baiklah, aku sangat kamu bersedia. Nah, semalat malam, dan sampai ketemu besok.” Benar, itu adalah kalimat terakhir yang aku baca sebelum tidur. “Iya, kamu juga tidur, ya. Sampai jumpa besok.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Ditolak Sopir Miskin

Ditolak Sopir Miskin

Hanya itu yang bisa kukatakan sambil menundukkan kepala. “Temani ia jalan-jalan besok. Itu hari terakhir kalian! Aku ingin ia merasakan saat-saat terakhir yang manis bersamamu. Setelah itu, pergilah kamu sejauh mungkin.” “Baik, Oma,” ucapku sembari melangkah mundur, meskipun hati ini bagai dihunjam belati mendengar itu.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

"Aku janji tidak akan pergi. Aku akan bertanggung jawab." Ujar Angga kala itu sambil menangis tersedu. Bersikap seolah-olah memang akulah tambatan terakhir yang dituju. Seolah Angga memang benar-benar meletakkan hatinya disudut lemari hatiku.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Dengan tangan yang kini tak lagi gemetar, ia mengetik sebuah pesan terakhir untuk suaminya. "Jangan pulang lagi, Wil. Tetaplah di sana bersama masa lalumu yang agung itu. Besok, aku akan mengurus naskahku sendiri ... dan hidupku sendiri.” BERSAMBUNG
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Detik Terakhir Nyawaku, Aku Melepas Segalanya

Detik Terakhir Nyawaku, Aku Melepas Segalanya

Waktumu nggak banyak lagi. Gunakanlah sisa waktu ini untuk berpamitan dengan baik ke keluargamu." Suara dokter spesialis itu terdengar lembut, terselip rasa iba di dalamnya, tetapi bagiku, kata-kata itu seperti batu raksasa yang menghantam dadaku. Meski aku sudah lama menduga hasilnya, tetap saja, saat vonis mati itu dijatuhkan, mataku tak kuasa menahan panas yang menggenang.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Menjemput Senja di Langit Palu

Menjemput Senja di Langit Palu

Keheningan memenuhi percakapan kami. Aku bisa merasakan ada sesuatu yang tidak ia katakan. Namun, aku tidak tahu apa itu. Lalu, ia berkata, “Maafkan aku.” Aku menggenggam ponsel lebih erat. Entah mengapa, perasaan aneh menyusup ke dadaku. Seolah-olah ini adalah percakapan terakhir kami. Kali ini, air mataku membasahi pangkuanku. “Attila...”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai the last thing he told me
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status