Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tes

Tes

Aura Lika thustrans126
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as there there
Read
+Library
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Aaakk! Utep teriak, karena kaca yang semula berdebu dan bernoda kekuningan kini penuh oleh rembesan cairan anyir. Kaca berbentuk persegi panjang ini tidak terlihat seperti semula, kaca ini sudah berganti penuh darah hingga darah-darah itu turun ke lantai. "TOLONG SAYA!" Utep gemetar, setelah darah-darah itu turun, tersisa tulisan meminta tolong. Lututnya lemas, badannya dingin. Tunggang langgang Utep berlari, terjatuh dan kembali berlari.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as there there
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“AAAAHHHHKKK MAS AMMAR!” “Adelia?” Ammar sontak berdiri mendengar suara jeritan istrinya. Lelaki itu bergegas menuju kamar mandi. Dia mengetuk pintu beberapa kali, tapi hanya erangan suara Adelia yang bercampur dengan suara shower yang terdengar. Ammar memutuskan masuk karena khawatir Adelia kenapa-kenapa karena tadi sempat terdengar suara benturan sebelum Adelia berteriak kencang.
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 479 Times as there there
Read
+Library
Teror Ghaib

Teror Ghaib

tanya Tiwi setelah meletakkan gelas ibunya di atas nakas. “Nggak ngapa-ngapain sebenarnya. Hanya saja mati lampu beberapa kali. Lalu ibu mencoba memeriksa saklar. Sebelum ibu menyentuh saklar, lampunya nyala lagi. sekitar tiga kali kalau nggak salah kayak gitu. Yang terakhir waktu lampunya mati lagi, Ibu melihat ada bayangan mahluk itu di cermin. Saat ibu berbalik, dia menyeringai. Makanya ibu tadi menjerit keras-keras.” “Ini nggak bisa dibiarin,” kata Tiwi.
3.8K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as there there
Read
+Library
RETAK

RETAK

Dia merelakan sang calon suami untuk sang adik, meski hatinya retak tak terkunjung terbentuk lagi. "Dek." Suara Teteh Ika mengejutkan Vitaloka yang sedang melamun di dalam kamar. Segera dia menyeka air mata yang membasahi pipi saat mendengar ijab qobul sudah terucap untuk Nesya. Seharusnya itu untuknya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as there there
Read
+Library
Takdir

Takdir

BUGGGG Hidung Aron mengeluarkan darah setelah terkena tonjokan Maxime. "nEnak gak? Harusnya lo itu direhab. Udah gak bener kayaknya otak lo," disaat maxime sedang beergelut yang dilakukan Dio dan Ascraf adalah ngupil. Maxime menoleh. "Heh lo berdua ngapa sih?" geram Maxime melihat kelakuan kedua temannya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as there there
Read
+Library
Thousand Years

Thousand Years

Yang penting dia terlihat cantik,” seringai Vinia, ia kembali memandangi teratai itu. ”Teratai melambangkan kelahiran kembali. Kau tahu, teratai memiliki keinginan hidup yang kuat. Satu biji teratai mampu bertahan hingga ribuan tahun. Sekali pun kau lempar ke dalam lumpur ia akan tumbuh.” Balas Heris. Vinia terdiam sejenak berusaha memahami ucapan Dewa Heris. Keningnya mengkerut ketika mencernanya dalam otak.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 153 Times as there there
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status