Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ouroursthuseres
Kesya melempar tatapan jengkel pada Sean untuk kemudian berkata dengan ketus. "Kau selalu saja memanfaatkan keadaan. Menyebalkan sekali." ucapnya mendengus. Sean terkekeh kecil lalu memasang ekspresi menggoda. "Aku sudah menahan diri begitu lama. Dan saat ini aku tidak ingin lagi menahan-nahan diri. Kau tahu rasanya sakit sekali. Bayangkan saja ketika aku harus memuaskan hasrat dengan diriku sendiri sambil meneriakkan namamu, rasanya sungguh ironis. Di bawah guyuran air dingin, aku mendesah-desah sementara kau tidak berada di sana."
9.911.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

“Aaaaa makasih ya bim udah rawat Miku denggan baik. Jadi terharu” Yampunn Dea semakin menggemaskan bila bersifat manis seperti sekarang ini. Sadar.. Sadar Bim... Sadarr.. “E-mau minum gak?”tolong aku hapir salah tingkah. “Dari tadi kek, gak pengertian banget sih jadi tuan rumah”ocehnya sambil mengerucutkan bibir seakan meledek. “Tapi saya adanya air mineral”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

kata Glagah. Frasa menunggu dengan tidak sabar di kafe. Minuman yang dia beli sudah tandas, dia memesan gelas kedua. Matanya beredar menyapu setiap sudut kafe. Setiap kali pintu itu terbuka berharap itu adalah koleganya itu. Glagah memasuki ruangan terpisah dengan Anton, mungkin Frasa tak akan mengenalinya, karena mereka jarang berinteraksi. Setelah Glagah duduk di dekat Frasa, Anton kemudian masuk dan menyapa wanita itu.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
WATER

WATER

Mereka terlihat sangat senang dengan cairan menjijikkan yang terus saja membasahi mereka. Tidak seperti Emi yang sangat membencinya bahkan Emi tidak ingin melihat atau bersentuhan dengan sejenisnya. Sekalipun itu air yang Emi minum sehari-hari bahkan ia lebih memilih untuk tidak minum daripada harus menelan racun itu.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

Tap’ Suara langkah seseorang yang terdengar mendekati. Jantung kembali berdetak dengan kencang membuat nafasku memburu seakan baru menyelesaikan lari marathon. Jantung seakan berhenti berdetak, saat mataku menemukan bayangan hitam itu sudah berdiri tepat di hadapanku. Aku tidak berani mengangkat wajah, hanya bisa menatap bayangan di bawah pagar dengan nanar. Aku menelan ludah, mencoba membasahi tenggorokan yang kering dan terus berusaha mengembok pagar dengan tangan yang bergetar. Di dalam hati aku terus berdoa agar bayangan itu pergi. Aku merutuki ketakutan yang menyelimuti hingga membuat tangan berkeringat dan bergetar dengan hebat.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Bartender, seorang pria muda dengan tato di lengan menghampiri dengan senyum profesional. "Mau pesan apa, bro?" "Whiskey. Double. Neat," jawab Aldrich datar. "Rough night?" bartender itu mencoba basa-basi sambil menuangkan minuman. Aldrich tidak menjawab. Dia hanya menatap gelas yang dituangkan dengan tatapan kosong. Gelas pertama habis dalam sekali teguk. Panas alkohol membakar tenggorokannya, tapi tidak cukup untuk membakar rasa sakit di dadanya.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 944 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
My Wish

My Wish

Audrey semakin bertindak nekat, ia tak mempedulikan lagi bahwa tubuhnya sudah tak mampu untuk berlari dan sesaat setelah perkataannya iti, suara wanita misterius yang ia cari tak lagi muncul. Ketika Audrey merasa keheningan telah benar-benar menyelimuti dirinya, gadis itu akhirnya memutuskan untuk berhenti berlari. Ia kembali menarik napas, kepalanya terasa sangat pusing karena kekurangan oksigen dan dehidrasi. Audrey telalu banyak mengeluarkan cairan tubuh yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Perlahan ia juga merasakan dadanya yang mulai terasa sesak. Seharusnya ia tak memaksakan diri seperti ini, terlebih lagi ketika ia belum beristirahat penuh untuk malam ini.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
TRASHY

TRASHY

Di usianya yang masih jalan ke angka tiga belas tahun. 💔 💔 💔 Terimakasih banyak untuk para pembaca :* STAY HEALTHY :) God bless you :D
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
Thrill love

Thrill love

balas Ji hoon "Ji hoon aku sangat lapar ayo kita makan, aku akan mentraktirmu" "Baiklah, Aku juga lapar dan aku akan membuatmu bangkrut" kata Ji hoon sambil menepuk bahu Chang min. Chang min hanya menghela nafasnya dengan lesu.Soo jung dan Min ji berjalan menuju ruang tunggu "Wah... aku benar-benar tidak sabar untuk melihat Jessica" kata Min ji sambil mengusap usap tangannya Soo jung tersenyum melihat tingkah laku Min ji
8.35.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai thirsty
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status