Kultivator Inti Semesta
Mata itu tidak hanya menembus awan, tapi juga menembus lapisan ruang, dimensi, dan batas-batas waktu.
Mata itu tampak dalam dan tajam, namun ada kilau emosi yang sulit dijelaskan. Kebanggaan, kesedihan, dan penyesalan, bercampur menjadi satu di dalam tatapan itu.
Pemilik mata tersebut tersenyum kecil, sebuah senyum yang ditahan oleh kenyataan pahit. Wajahnya terlihat tenang, namun sorot matanya memancarkan beban yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Sebuah kesedihan yang tidak bisa diucapkan, hanya bisa dipikul dalam diam.
Hot Chapters