KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Apa Lo yakin dia cuma kuli panggul?“ tanya Meera lagi. Aku terdiam. Jujur, aku juga meragukannya. Karena selama ini, dia tak pernah terlihat seperti pegawai gudang lain yang selalu bermandikan keringat.
“Tau ah,“ jawabku tak peduli.
“Coba Lo tanya, bener nggak dia tukang panggul. Apa jangan-jangan dia bosnya?“ ujar Meera. Aku menggeleng.
“Bukan. Bosku ibu-ibu. Lagian ngapain nanya-nanya kayak gitu. Aku sama dia tulus temenan, bukan cari relasi bisnis,“ cetusku. Mereka bertiga sontak saling pandang sambil tersenyum nyengir.
“Gue lupa. Lo kan beda sama kita. Lo nggak lihat cowok dari hartanya,“ kata Cantika.
“Heem. Limited edition emang sahabat kita ini,“ timpal Adila.
Bab Populer