Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rasa Tanpa Batas Waktu

Rasa Tanpa Batas Waktu

"Ibu baru aja nyelesain pesanan Bu Widya buat besok. Tadinya sih mau langsung tidur, tapi ibu denger suara motor kamu dari kejauhan." Herga terkekeh. "Ibuk hafal banget ya sama suara motorku?" "Bahkan napas kamu dari jarak 1 km aja, ibuk sudah mampu merasakan lho," canda Bu Rasti. "Itulah ikatan bathin," ia menunjuk dadanya. "Mmmm... ibuk sweet banget...." Herga meraih tangan kanan Bu Rasti dan mengecupnya. "Ya udah masuk yuk, ibuk harus istirahat."
106.0K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as titik rasa
Read
+Library
Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

ancamnya. Alis Alisa bertautan. Raut wajahnya memancarkan kegelisahan. “Ma, apa itu benar?” Rini tertawa keras seakan dia baru saja menyaksikan lelucon yang paling lucu dalam hidupnya. “Astaga, mimpi apa kau, Kiara? Kurasa otakmu sudah koslet gara-gara jatuh miskin.”
1038.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as titik rasa
Read
+Library
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Kak Clarissa: Kalau begitu buka pintunya. Aku tarik kembali kata-kataku tadi. Ada apa ini? Mengapa perasaanku langsung menjadi tidak enak, ya? Me: Maaf? Kak Clarissa: ... Kak Clarissa: Karena ini berbentuk tulisan aku tidak perlu mengetik ulang, bukan? Kak Clarissa: Atau kau orang yang tidak bisa membaca? Kalau begitu aku ketik kembali. Kak Clarissa: Bu. Ka. Pi. N. Tu. Nya.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as titik rasa
Read
+Library
Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Ia berusaha menelan salivanay, rasanya tenggorokannya seperti tercekik bersamaan detak jantungnya yang semakin kencang. Dalam benak Rasyid "situasi macam apa ini? Eh gue lupa dia bukan manusia. Gue harus tenang. Ingat kata Imelda," "Hmmm, harus tenang." katanya dalam hati lalu Rasyid berkata "ke bandara ya Pak," Sebastian tersenyum lalu menancap gas menuju bandara. Selama beberapa menit ia memperhatikan Rasyid yang sibuk dengan handphonenya.
5.4K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as titik rasa
Read
+Library
Relokasi Rasa

Relokasi Rasa

Adit menelan kata-katanya sambil menahan sakit hati. “Aku minta maaf atas kelakuan kakakku, Mas.” Adit mengedikkan bahu. “Bukan kamu yang mestinya minta maaf.” “Anyway, tujuanku ke sini … kayak yang aku sampein di telepon waktu itu, Mas. Ibuku baru masuk rumah sakit, sekarang masih istirahat di rumah, dan berkali-kali Ibu bilang kalau dia kangen sama Risa. Mas Adit bisa bawa Risa sebentar ketemu Ibu?”
1046.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as titik rasa
Read
+Library
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Bab 2 NIKMAT KOK ANEH, YA? “Tante.” panggilan manja menyambut kedatangan wanita seksi itu. Senyum menawan nan memikat terlukis di bibir merah Rosa. Membuat lelaki berbadan tegap itu langsung menelan salivanya berulang. “Aku merindukanmu, Tante,” bisik Memet ke telinga Rosa. Membuat wanita itu mendesah pelan.
5.6K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as titik rasa
Read
+Library
KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

ujarku dengan menekan setiap kata dalam kalimat yang aku ucapkan. "Apa maksud kamu?" tanya Risa seraya mendelik tajam. Dia menatapku dari atas hingga ke bawah dan berulang kali pun dia lakukan hal yang sama. "Mari! Akan aku tunjukkan!" ucapku dengan wajah menyeringai. ~Aksara ocean~
9.769.8K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as titik rasa
Read
+Library
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Erangnya penuh kenikmatan. Yu Silan mengukir senyum nakal, dia menambah ritme menjadi lebih cepat dengan tiba-tiba. “Oukh, akh, ah, ah, ah, akh, ouhh, Tuan, oukhh, Tuan Yu, oukhh.” Saena mendesah nikmat. Hanya beberapa menit saja Saena sudah tiba pada klimaksnya.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as titik rasa
Read
+Library
Jerat Hasrat Ayah Angkat

Jerat Hasrat Ayah Angkat

Risa meneguk ludah karena detik selanjutnya Dante bergerak dibawah sana. Gerakan itu semakin tak beraturan, ritmenya lepas dari kendali, membuat Risa kehilangan arah antara sadar dan hanyut. Ada sensasi yang liar, tapi juga membebaskan—seolah seluruh batas yang pernah mereka buat kini runtuh bersama napas yang berpadu. Dorongan itu terus berlanjut, mengguncang setiap napas yang keluar dari bibirnya. Rasa sakit perlahan memudar, berganti dengan kenikmatan yang menjalar hingga ke ubun-ubun.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as titik rasa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status