Tukang Pijat Super
“Maaf, titik di sekitar situ memang sangat sensitif untuk wanita. Aku tidak akan memijat bagian itu kalau kamu tidak mau.”
Rizka menghela nafas, wajah merah padam. “Tidak, teruskan... kalau itu perlu...”
Juned menarik napas dalam sebelum memindahkan tangannya ke paha Rizka yang masih dalam posisi tengkurap. Minyak hangat mengalir di antara jari-jarinya saat ia memulai gerakan.
“Aku lanjut kalau begitu ya, Mbak. Salah titik meridian kesuburan penting juga ada di sini,” ujarnya, suara sedikit bergetar.