KEMBALINYA SANG RATU
Sementara di tambang Torium, simbol-simbol kuno menyala merah darah—getarannya merambat ke inti bumi, memanggil sesuatu yang tidur selama ribuan tahun.
Di persimpangan waktu yang retak, Lintang memandang bayangannya yang terpecah. Darah birunya mengalir ke bumi yang bergetar, menyuburkan benih-benih logam dan dahan yang haus akan kehancuran. Di langit, dua matahari saling melahap—satu membawa virus, satu membawa es. Sementara di kedalaman laut, ribuan kapsul alien berdetak semakin kencang, menunggu fajar palsu yang akan mengubah Bumi jadi panggung perang antargalaksi. Dan di suatu tempat, di antara jeritan Sinta dan bisikan mesin, sebuah lagu pengantar kiamat mulai terdengar—dinyanyikan oleh