Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

Dokter itu menggantung kalimatnya, membuat jantung Gia seolah berhenti berdetak. "Namun apa, Dok?" tanya Arkan dingin. "Penyumbatan suara ini bukan hanya masalah fisik, tapi juga psikologis—aphonia konversif. Ada blokade mental yang besar di sini. Jika Nyonya Gia mendapatkan terapi yang tepat dan merasa dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang, ada kemungkinan suaranya kembali, meski mungkin tidak akan sama seperti dulu."
782 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as tranquility
Read
+Library
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

"Aku akan kembali minggu depan untuk melihatnya." Aku pun menutup telepon dan menatap gelas anggur di tanganku. Anggur merah berputar perlahan di dalam gelas, seperti rubi cair. "Untuk kebebasan," ujarku pelan. Lalu aku menghabiskannya. (SELESAI)
3.8K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as tranquility
Read
+Library
ETERNITY

ETERNITY

Saran Radit. Aleka mengerti, kemudian Aleka menarik tangan Radit dan Keynan untuk keluar karena mereka cukup lama diam di ambang pintu kelas yang membuat orang-orang terhalangi saat akan keluar atau masuk. Aleka mengajak duduk Keynan dan Radit di bangku depan kelasnya. Aleka membuka ponselnya yang hanya memiliki keamanan sidik jarinya lalu membuka aplikasi favoritnya. Aplikasi pencari photo atau gambar untuk mencari inspirasi bagi Aleka. Aleka mengetik papan pencarian kemudian mengetik kata kunci Bussines casual korean. Bahkan tak satu detik semua gambar sudah memenuhi layar ponsel Aleka.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as tranquility
Read
+Library
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Malam ini cukup menulis sampai di 992 kata, karena sedikitpun aku tak bisa berpaling dari ruang yang menyejukkan perasaanku dalam aroma hangt yang menguar damai. ###
107.7K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as tranquility
Read
+Library
Kesempurnaan Cinta

Kesempurnaan Cinta

Tersenyum teduh “ ‘kan masih panas, mas.” Anisa tentu saja hanya berkilah. Pada kenyataannya dia memang tidak selera untuk meminumnya, walaupun hanya satu tenggak pun “Soal itu ... gak usah dipikirin.” Saat Anisa memandanginya dalam sorot mata sama putus asanya. Satria tersenyum. Senyuman yang membuat hati Anisa menghangat “Aku gak bisa, gak mikirin, Mas. Ini jelas salah—“
2.9K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as tranquility
Read
+Library
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Di napas yang tersisa Sayup terucap doa 'Ku takkan hidup selamanya Namun tak pernah siap berpisah Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Kita…. Kita….
106.6K viewsOngoingAdded to Library 231 Times as tranquility
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Syukur-syukur akhir-akhir ini hilang kontak, eh sekarang malah dipertemukan kembali. "Malam, Joi." Tangan yang hendak menggapai sereal cokelat itu langsung terdiam. Detik kemudian ia mengambil dan memasukkan ke keranjang, lalu mendorongnya seperti biasa. Tidak menghiraukan sapaan tadi tentunya. "Selain ngegambar, lo juga hobi ngeghosting?" Dia mengekor. Decakan halus keluar dari bibir Joita. Ia berkata pelan, "Enyah lo." Kaki dan tangannya terus bergerak sesuai kebutuhan yang diperlukan, walaupun hatinya tidak.
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as tranquility
Read
+Library
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Matanya terlihat bergetar pelan. Efek obat sudah sepenuhnya bekerja. Tepat pada saat dia sudah tidak mampu bertahan dan kesadarannya mulai kabur, dia melihat Calista berlari ke arahnya. Sebelum dia sempat mengulurkan tangan untuk meraih Calista, pandangannya sudah gelap dan dia sepenuhnya kehilangan kesadaran. Baru saja Kayden pingsan, Aciel dan Vincent yang berekspresi suram juga segera membuka pintu dan berjalan masuk. Mereka pasti sudah mendengar semua ucapan Kayden tadi.
10.3K viewsCompletedAdded to Library 338 Times as tranquility
Read
+Library
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Pov: Aku duduk di depan rumah, memandang birunya langit,merasakan sejuknya hembusan angin,dan menikmati suasana sore yang mententramkan hati dan pikiran. Evan pov: Setelah aku lelah bermain bola di sebuah lapangan di kampung sebelah, aku memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan nafasku yang terengah- engah dan keringatku yang bercucuran aku berjalan, namun kakiku terhenti saat aku melihat wanita yang cantik parasnya,aku terus memandanginya di sebalik pohon.
4.4K viewsOngoingAdded to Library 170 Times as tranquility
Read
+Library
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Dengan gerakan halus, ia menempatkan alat musik itu di hadapannya, jari-jarinya yang ramping bersiap memetik senar. "Jīngshuǐ Qu," bisiknya pelan, mulai memainkan Melodi Air Tenang. Nada-nada lembut mengalun, menggetarkan udara dengan gelombang qi yang menenangkan. Setiap petikan senar menciptakan riak kecil energi spiritual yang bergerak menuju pusaran, berusaha meredam kekacauan di dalamnya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as tranquility
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status