Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Namun kesempurnaan itu tak pernah benar-benar membuat Nina bahagia. Faranina memiliki banyak sekali rahasia dalam hidupnya, termasuk tentang lelaki yang selama lima tahun ini ia sembunyikan dalam relung hati. Nina enggan mengingatnya, tapi namanya selalu terngingang dalam sukma. Kafta Ragas Fatih nama lelaki itu, lelaki yang selalu memenuhi ruang rindu milik Nina. Sosok antara ada dan tiada. Bukan, Kafta bukan makhluk tak kasat mata seperti hantu. Ia hanya masa lalu yang tak bisa Nina gapai lagi.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as tranquility
Read
+Library
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Tama menghela napas lega seakan beban terangkat, lalu bersandar padanya dengan sedikit merajuk. "Sejak kamu selesai masa nifas, kita belum benar-benar dekat lagi. Hari ini…" Perut Winda mendadak terasa mual. Baru saja hendak bicara, ponsel Tama berdering. Dengan ekspresi bersalah, Tama meliriknya, lalu balik badan untuk mengangkat telepon. Setelah menutup ponsel, nada suaranya menjadi panik.
27.2K viewsCompletedAdded to Library 734 Times as tranquility
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Mengangguk dan tersenyum lebar, kumis tipisnya yang melintang bergerak-gerak. Tiara menggigit bibir. Mulai menyesal tidak menolak lebih keras. Mendadak ia merasa meriang. Tak bisa berpikir. Tak berani melirik Tristan. Tak berani menduga-duga yang dipikirkan dan dirasakan Tristan. Hening. Senyap. Suara kayuh gondola memecah riak air. Jembatan itu, Bridge of Sighs, kian dekat. Teng… teng… teng… teng...
103.7K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as tranquility
Read
+Library
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

Braaaakk… Aku menutup pintu kamar mandi dengan kasar, aku masih memejamkan mata mencoba menarik nafasku yang tersengal-sengal, membuatnya lebih tenang. Tidak di tempat ini tidak lebih tenang, di tempat ini lebih dingin, sangat dingin sampai tubuhku terasa kaku, aku mencoba untuk membuka mataku, mengatur napas sebelum memberanikan diri untuk menoleh ke belakang.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as tranquility
Read
+Library
TRAUMA

TRAUMA

Suara lembutmu yang memanggil namaku, tawa ringan yang membuat dadaku bergetar setiap saat. Akan kuputar semua itu hingga puluhan, ratusan, jutaan kali. Sampai aku tidak lagi ingat, bahwa kini aku akan terus hidup dalam sebuah trauma. Fin.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as tranquility
Read
+Library
Purnama

Purnama

Suara serak penuh hasrat terucap dari bibir Bintang. Purnama tahu maksud suaminya, ia mengangguk memberi izin Bintang melakukan tugasnya sebagai suami. Kali ini Bintang melakukan dengan lembut tidak seperti terakhir kali. Purnama menikmati kegiatannya kali ini, ini seperti ketika awal mereka menikah. Setelah keduanya mencapai klimaks, Bintang lalu tertidur sementara Purnama bergegas ke kamar mandi karena adzan Subuh telah berkumandang.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as tranquility
Read
+Library
Clarity

Clarity

Why are you my clarity? Why are you my remedy? Why are you my clarity? Why are you my remedy? If our love is tragedy, why are you my remedy? If our love's insanity, why are you my clarity? Zedd - Clarity (Feat. Foxes)
2.8K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as tranquility
Read
+Library
Halcyon

Halcyon

Kayvi berdehem pelan. "Kayvi tau arti kata halcyon?" "Suasana tenang dan damai. Itu kata yang paling Keysa sukai, 'kan?" Keysa mengangguk. "Aku merasakannya sekarang." "Baguslah, aku senang mendengarnya." "Permisi." Keduanya langsung berpisah karena suara itu. "Nona Keysa, waktunya nona sarapan," ucap seorang perawat yang membawa nampan.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as tranquility
Read
+Library
Turbulensi Cinta

Turbulensi Cinta

katanya seraya berlalu pergi meninggalkan pelayan tersebut. Dia bergegas masuk kedalam kamar pribadinya. Segera dia masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya. Tak berapa lama kemudian, Ellen keluar dari kamar mandi. Dia melihat secangkir cokelat hangat sudah berada di atas meja. Segera dia menyesap minuman tersebut. Aroma cokelat yang menguar membuat pikiran Ellen menjadi tenang. Segera dia rebahkan badannya di atas tempat tidur. Dia mulai memejamkan kedua matanya berusaha melepaskan rasa penat yang mendera tubuhnya.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as tranquility
Read
+Library
GAYATRI

GAYATRI

dia adalahGayatri. Sama seperti Ustaz Haikal, ia inginmengusir segala kegundahan yang ada dalam hatinya. Semenjak memutuskan untukberhijrah, kebaikan-kebaikan selalu datang padanya. Gayatri merasa kini lebihbahagia. Tanpa beban dan pikiran. "Shodaqallahul 'adziim ...." Gayatri selesai membaca Al-Quran. Matanya seakan-akan tak inginterpejam. Ada beberapa hal yang mengusik pikirannya. Sarah. Bagaimanakeadaannya dan apa dia masih seperti dulu?
103.4K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as tranquility
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status