Pesona Kemolekan Istri Sahabatku
"Kalian mau main apa saja ada. Lantai satu kartu biasa, lantai dua kartu meja. Ingat, ke sana dulu tukar uang jadi cip. Saat menukar kembali jadi uang, kami ambil 1% sebagai komisi."
Orang yang membawa kami masuk pun menunjuk ke sebuah meja di sisi dekat pintu. Itu tempat penukaran chip.
"Jangan ke lantai tiga. Di sana mainnya besar. Uang kalian belum cukup buat duduk di meja." Usai berkata begitu, dia keluar lagi, sepertinya untuk menjemput pejudi lain.
"Ayo, kita tukar cip dulu," kata Dicky. Dengan "teknik" dariku, dia menggosok-gosok tangan, tampak tak sabar.
Hot Chapters