Janji Sebelum Rasa
Rey mengikutinya, duduk di kursi di hadapan sang mertua.
"Rumah tangga," ujar Mama Marisa, menatap jemarinya. "Selalu ada perselisihan. Perselisihan kecil yang bisa membesar karena dianggap remeh." Ia mengangkat pandangan, matanya lurus menembus mata Rey. "Dasarnya satu: kepercayaan. Kalau sudah tidak ada, apa pun yang dilakukan pasanganmu akan terlihat salah."
Rey menghela napas panjang, meremas lututnya sendiri. Wajahnya ditekuk, ia akhirnya memutuskan untuk bicara, mengeluarkan beban yang sudah terasa sesak di dada.
Hot Chapters