Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Demi Statusmu (bahasa Indonesia)

Demi Statusmu (bahasa Indonesia)

Selesai makan segera ia merogoh saku celana training yang ia kenakan untuk mengambil uang. “Berapa bang?” tanya Za pada tukang bubur. “Pakai ini bang.” Memberikan selembar uang lima puluh ribuan. “Kembalinya ambil saja bang! Buat jajan anaknya nanti.” Lanjut Herland. “Makasih mas...” ucap penjual bubur bahagia. Herland hanya tersenyum dan mengangguk pada tukang bubur itu. Lalu matanya beralih menatap wajah Za yang heran padanya.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

“Eh, lo ....” “Diem dulu. Denger nih, karena sekarang nasi udah jadi bubur, biar bubur itu jadi enak. Lo tambahin kecap, santan, ayam, goreng kacang, goreng bawang, kerupuk. Gak bedanya sama hidup lo, lo coba cari akal supaya harta lo aman, hidup lo nyaman.” Si Bujang lapuk menghela napas.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Sigit berkata cepat sebelum aku sempat membuka tasku untuk mengambil uang yang sudah kusiapkan sebelumnya. Aku menoleh. Sigit menghampiriku lalu berdiri di sampingku. “Berapa, Mang?” tanya Sigit lagi pada penjual bubur. “Dua mangkuk bubur jadi enam belas ribu, Mas.” Sigit mengangguk. Dia mengeluarkan uang dua puluh ribuan lalu diberikan pada penjual buburnya. “Kembaliannya sate usus aja, Mang.”
102.7K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
MEMBUNGKAM HINAAN MEREKA

MEMBUNGKAM HINAAN MEREKA

Bu Gati yang berprofesi sebagai tukang menanak nasi di acara hajatan, ia tentu tidak terima ketika mendengar ada orang lain yang merendahkan pekerjaan teman seperjuangannya. Pekerjaan sebagai tukang cuci piring, menanak nasi, dan memasak di hajatan yang terbilang sederhana memanglah bukan pekerjaan yang berkelas, atau terkadang orang sering menyebutnya sebagai pegawe sor terop (pegawai di bawah tenda hajatan). Apalagi jika yang bekerja masih terbilang muda seperti Nayra, tentu saja banyak orang yang akan mempertanyakan, apakah ia tidak malu menjalani profesi seperti ini?
10.9K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Istri Tajir sang Anak Sopir

Istri Tajir sang Anak Sopir

Alhamdulillah, artinya wanita itu sudah mau disuruh makan. Akan tetapi, ketika kami sudah semakin dekat dan Naura menyadari kedatangan kami, ia malah menolak suapan dari Hendra. Hmm .... Kami lalu bercakap-cakap di dalam ruangan itu tentang hal ringan. Ternyata Hendra merupakan seorang pengusaha penerbitan dan percetakan yang cukup ternama. Natasya dan Naura terlihat tidak banyak menimbrung dalam pembicaraan. Hanya aku, Hendra, dan Mama Sufia yang saling mengobrol.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
AFRAID

AFRAID

tanya bapak itu. Alina kembali menoleh pada anak perempuan yang tersenyum padanya. Anak perempuan yang selalu berdiri di samping gerobak bubur ayam ayahnya. "Sepertinya iya pak dia selalu nemenin Bapak," sahut Dita. "Kang Asep, bubur ayam tiga dibungkus, ya," ucap pembeli yang mulai berdatangan. "Bapak ngelayanin dulu ya, Neng," ucap tukang bubur itu lalu kembali ke posisinya semula untuk melayani para pembeli.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Gelora Hasrat Istri Kedua

Gelora Hasrat Istri Kedua

"Non tadi minta dibeliin bubur di pinggir jalan deket kompleks, Nyonya." Sepasang alis Suci terangkat. "Bubur pinggir jalan? Gak salah, Bude?" "Iya, Nyonya. Tadi yang beliin buburnya Pak Unang." "Hmm, ya udah Bude. Bude boleh naik." Bude Jum lantas bergegas melanjutkan langkahnya menuju kamar Queen, sementara Suci memilih turun dengan raut bertanya-tanya.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku

Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku

Namun, aku sama sekali tidak menyangka dia berniat memakai semangkuk bubur itu untuk menggantikan bonus 600 juta yang seharusnya kudapat dari kerja lembur mati-matian. "Semangkuk buburmu seharga 600 juta? Kalau memang sepandai itu berbisnis, kenapa kamu nggak masakin beberapa mangkuk lagi untuk Astrid, terus suruh dia bawa ke rumah sakit sebagai pengganti biaya pengobatan ibunya?" Mendengar itu, Xavian sama sekali tidak merasa malu. Dia malah tertawa sinis. "Ternyata masih karena urusan Astrid ya? Kamu lagi ngambek sama aku."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Tukang Pijat yang Mantap

Tukang Pijat yang Mantap

"Kamu kenapa? Bukannya suamimu sedang libur? Apa dia nggak pulang?" Aku menghela napas pelan. "Dia pulang, dia ada di rumah." "Kalau begitu, kenapa wajahmu murung? Mau pergi pijat?" tanya Riska sambil tersenyum. "Katanya di tempat pijat, ada beberapa terapis baru. Nggak cuma ganteng, tapi juga jago banget kerjanya." Mendengar hal tersebut, aku langsung mengangkat tangan untuk menutup mulut Riska.
30.5K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

ujar bik Sri yang tiba-tiba muncul dari dapur dengan membawa semangkuk bubur nasi yang dilengkapi dengan suwiran ayam dan lauk lainnya. "Bara bukan anak kecil, bik," protes Bara. "Emang hanya anak kecil yang makan bubur?" tanya bu Bira dan bik Sri bersamaan. "Gak juga sih," jawab Bara lesu sambil mengaduk buburnya.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 616 Times as tukang haji naik bubur
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status