Tukang Pijat Desa
Seolah mengerti kekhawatiranku, laki-laki itu menunjukkan wajah yang sangat tulus, "Di mata dokter nggak ada perbedaan jenis kelamin. Aku cuma datang buat bantu mengatasi penyumbatan ASI kamu, kalau nggak, anakmu nggak bakal bisa minum susu dalam waktu dekat."
Melihat putraku yang sudah lemas karena terlalu banyak menangis, aku mengatupkan bibir rapat-rapat, lalu setelah ragu sejenak, aku akhirnya mempersilakan laki-laki itu masuk ke dalam rumah.
Di bawah sorot lampu, aku baru bisa melihat sosoknya dengan jelas. Wajahnya tampan dan bersih, tubuhnya tinggi ramping, serta mengenakan kacamata yang membuatnya tampak seperti orang terpelajar yang sopan.