Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terkabulnya Doa Istri Pertama

Terkabulnya Doa Istri Pertama

Hendrik bergidik membayangkan betapa wanginya aroma perempuan itu di sela langkah cepatnya. Tak berapa lama, ia sudah tiba di warung kopi Cantika. Nasib baik menyertai tingkah buruknya, di sana sedang sepi. Hal itu semakin membuatnya bahagia tak terkira. "Halo, Cantik! Si Cantika yang cantiknya gak pernah ilang," godanya. "Eh, Abang! Ke mana aja? Aku kangen tahu!" Bak gayung bersambut, Cantika ternyata ada perasaan dengannya. Pikirnya.
1023.7K viewsOngoingAdded to Library 615 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Mertua Rasa Pelakor

Mertua Rasa Pelakor

"Anaknya dijual sama suaminya, Okta belum pulang dari mencuci. Ibal sepertinya ada di dalam. Ibu itu bilang, belum melihat dia keluar ngopi." "Bangsat memang!" Aku mengumpat dengan kesal. "Terus, Kak Okta apa gak melarang?" Azam menaikkan pundaknya. Bu Ani memang membuka warung kopi, biasanya para lelaki pada mampir ke sana. Kopi dan gorengannya terkenal enak dan murah. Hanya lima ribu rupiah saja, perut sudah terisi dengan kenyang.
1021.3K viewsOngoingAdded to Library 852 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Dikelilingi Lima Wanita, Aku Pilih Semua

Dikelilingi Lima Wanita, Aku Pilih Semua

katanya sambil sedikit menunduk untuk menaruh cangkir kopi itu. Posisi itu jelas membuat belahan dadanya terlihat lebih jelas di mataku. “Aduh Mbak Julia, bisa-bisa itu jadi kopi susu nanti,” celetuk si pria seragam biru tadi. Sontak beberapa orang di sana tertawa renyah. “Ya kalau itu nanti bisa di belakang, Mas. Jangan di sini dong,” jawab si pemilik warung yang ternyata namanya adalah Julia sambil tersenyum malu.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 263 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Suami Miskinku Ternyata Konglomerat

Suami Miskinku Ternyata Konglomerat

Mata melotot, mulut terbuka, dan wajah memerah seperti terkena panas membakar. Mang Sukri, pria paruh baya berbadan kurus dengan separuh rambut sudah memutih, adalah penjaga dan pemilik warung kopi tersebut. Menjelang sore, Sukri berniat untuk menutup warung dagangannya, dan saat hendak pulang, dia lalu teringat, jika masih tertinggal beberapa gelas kopi yang tadi dipesan oleh anak-anak muda yang biasa kumpul-kumpul di belakang warung kopinya untuk bermabuk-mabukan, dan itu hampir terjadi setiap hari. Dari samping kedai kopi miliknya. Sukri menuju ke bagian belakang, tempat di mana para pemabuk itu berkumpul, berniat untuk mengambil gelas kotor bekas mereka memesan kopi sedari pagi.
9.11.4M viewsCompletedAdded to Library 33.8K Times as tukang warung kopi cantik
Show Reviews (120)
Read
+Library
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan Risma dan Riswan bikin makin betah. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Cinta Bersegi

Cinta Bersegi

kata Emma semangat. "Ini adalah cerita di sebuah warung kopi. Seorang laki-laki kita sebut saja namanya Budi, sedang memesan segelas kopi. Mbak-mbak penjual kopi dengan sigap mengambil satu gelas kosong, kemudian diisi dengan dua sendok kopi, dan tiga sendok gula. Dituangkannya air panas, dan mulai diaduk." Doni sedikit menggeser tempat duduknya, sambil senyum-senyum nggak jelas.
9.94.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

“Sahabatku. Venda, namanya. Ven, kenalkan. Ini resepsionisku. Merangkap sebagai pembuat kopi di kantor.” “Ih, Bapak! Masa pembuat kopi pakai acara disebut segala!” Perempuan itu mengibaskan tangannya. Terlihat jemarinya yang dihias dengan kuteks warna soft lilac itu begitu cantik. Namun, aku sekarang menjadi kurang senang padanya. Apakah aku sedang dilanda cemburu.
538.1K viewsCompletedAdded to Library 951 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Pesona Sang CEO

Pesona Sang CEO

Sedangkan emperan warung kopi itu di hiasi lampu warna warni, kelap kelip dan suara music dangdut cukup keras. Darah Devi berdesis. “Bangsat!” Obrolan pria itu tak berlangsung lama, kemudian ia membeli rokok di warung kopi tersebut lalu memasuki sebuah bangunan bersama wanita yang sedari tadi bersamanya. Devi sengaja menunduk berusaha membaca papan nama yang bertuliskan, “Wisma Madona.” Darah Devi semakin mendidih, otak dalam kepala telah panas.
1074.3K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

jawab perempuan itu. Bu Erna bingung karena tidak mengenali lawan bicaranya itu. “Saya Gaple. Orang-orang memanggil saya Mak Gaple,” kata perempuan itu mengenalkan diri sambil menyentuh-nyentuh dadanya. Sorot matanya tegas dan tajam. “Saya yang punya warung kopi di dekat pangkalan ojek stasiun,” sambungnya menjelaskan.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Kontrak Pernikahan sang Pewaris

Kontrak Pernikahan sang Pewaris

Dengan hati yang senang, pria itu kemudian membuat secangkir kopi sesuai dengan seleranya. Rasa kopi yang di racik istrinya sungguh pas di lidahnya. Mungkin karena Cinta yang sangat mahir dalam meracik kopi. Istri cantiknya itu sudah lama bekerja di sebuah Coffee shop dan menjadi barista. ***
7.322.1K viewsCompletedAdded to Library 884 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
Hasrat Bukan Menantu Idaman

Hasrat Bukan Menantu Idaman

Dia mengenakan daster tipis yang memperlihatkan siluet tubuhnya dengan sempurna. Bu Rina, istri pemilik warung kopi ini. Wanita berusia awal 40-an yang masih terlihat begitu menarik dengan kulit kuning langsat dan senyum manis yang selalu terasa penuh arti. Sudah lebih dari tiga kali dia menikmati tubuh menggairahkan itu. Rizal menyeringai kecil, mengaduk kopinya dengan sendok, lalu menjawab dengan nada menggoda, "Lagi nikmatin kopi dulu. Lagian, siapa juga yang mau nunggu aku?"
102.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as tukang warung kopi cantik
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status