Suami Miskinku Ternyata Konglomerat
Mata melotot, mulut terbuka, dan wajah memerah seperti terkena panas membakar.
Mang Sukri, pria paruh baya berbadan kurus dengan separuh rambut sudah memutih, adalah penjaga dan pemilik warung kopi tersebut. Menjelang sore, Sukri berniat untuk menutup warung dagangannya, dan saat hendak pulang, dia lalu teringat, jika masih tertinggal beberapa gelas kopi yang tadi dipesan oleh anak-anak muda yang biasa kumpul-kumpul di belakang warung kopinya untuk bermabuk-mabukan, dan itu hampir terjadi setiap hari.
Dari samping kedai kopi miliknya. Sukri menuju ke bagian belakang, tempat di mana para pemabuk itu berkumpul, berniat untuk mengambil gelas kotor bekas mereka memesan kopi sedari pagi.
Hot Chapters