JANDA CANTIK SANG CEO AROGAN
Tapi kosong.
“Gue tadi beli ketengan saja. Biasa, tanggal tua, Bro.”
“Ok gini, lo ke warung dulu gi, beli rokok sama kopi,”ucap Jasman sembari merogoh saku celananya dan menyerahkan uang pecahan seratus ribu rupiah ke Jasman.
Sergap sekali bocah itu ke warung lalu membuat kopi dengan air dispenser.
“Bro...,”ujar Jasman sembari senyeruput kopi hangatnya dan disusulinya dengan sedotan rokoknya, “gue jujur ya, sebenarnya yang tajir itu bukan gue saja, tapi lo juga.”
Capítulos Populares