Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

Gaya maskulin terasa kental, ditambah gitar yang menggantung di dinding. Yang membuatku terkejut, rak buku yang tinggi dipenuhi buku-buku tebal. Dari buku fiksi sampai buku filsafat. Dari yng berbahasa Inggris sampai bahasa Jawa. Aku baru mengerti, ternyata dia suka membaca. Aku berdiri di depan jajaran buku ini, seperti menciut bagaikan anak ayam di lumbung padi.
1050.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Misteri Loteng

Misteri Loteng

Orangtuaku memberikan buku ini kepadaku sebagai hadiah ulang tahunku. Rentetan kalimat yang ditulis menggunakan pensil warna dan tulisan yang terlihat berantakan membuat Yeri yakin bahwa pemilik buku diary ini adalah seorang anak kecil. Bahasa yang digunakan pun membuat Yeri cukup terkejut saat membacanya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Gadis Nakal Tawanan Mafia

Gadis Nakal Tawanan Mafia

Jake memastikan setiap baris kalimat yang tertulis di buku itu agar tak salah lagi menafsirkan semua yang berkaitan dengan kalung itu, baik dari segi angka, perkiraan rencana serta ataupun orang yang mungkin terlihat dalam "kegiatan ini" Saat membaca kembali halaman demi halaman tulisan di buku itu, mata Jake tak sengaja menangkap sebuah tulisan dengan gaya yang berbeda dari tulisannya. Gaya tulisan ini terasa tak asing dan cukup familiar dimatanya.
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Tunangan Direbut Paksa, Diincar Pria Buruk Rupa

Tunangan Direbut Paksa, Diincar Pria Buruk Rupa

Ia pergi setelah mencium tangan Jannah takzim. Di kamar, Alula kembali meregangkan sesaknya dengan menangis. Ikhlas. Satu kata yang mudah ditulis dan diucapkan, tetapi sangat sulit dilakukan. Diambilnya satu buku lusuh dari laci dan menulis sesuatu di sana. Buku lusuh itu, sudah seperti diary baginya. Di halaman bagian depan buku itu, sudah ada tulisan ibunya. Itulah mengapa benda tersebut merupakan benda keramat baginya.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Isteri Yang Tidak Aku Cintai

Isteri Yang Tidak Aku Cintai

"Bacalah, aku yakin kau mengenal tulisan tangan Ambeera karena kau sangat mencintainya bukan? Buku diary itu 100 % asli! Aku hanya kasihan padamu, berita yang beredar kau menceraikan Ameera karena kau belum bisa melupakan Ambeera!" Tak ingin semakin penasaran, Liam pun membuka buku diary itu! Halaman pertama menceritakan pengalaman Ambeera saat memasuki masa SMA, halaman berikutnya Ambeera menuangkan segala kekesalannya ketika melihat Ameera menjadi siswi paling populer di SMA. Sumpah demi apa isi dari buku diary itu terus dibaca satu persatu oleh Liam dan semua isi tulisannya adalah kebencian Ambeera terhadap Ameera.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

Bukankah biasanya pria tak tahan melihat wanita bertubuh moleh dan berparas cantik? Aku berpikir, saat Anna masih sekolah dulu, pasti banyak pria yang mengejar-ngejarnya. Meskipun aku tak begitu menyukai Anna, aku tak bisa mungkir akan kecantikannya. Aku duduk di kursi dan membuka laci meja. Ada pernak pernik yang berkilauan, sebuah foto anak laki-laki dan bersama seorang pria. Apakah ini suami dan anaknya? Pandangan mataku menangkap sebuah buku dengan sampul warna putih dan ada gambar bunga melati di tengahnya. Sebuah buku diary. Aku memutuskan untuk membukanya perlahan dan mulai membaca tulisannya.
1054.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

tanyanya sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Aisyah menoleh dan tersenyum. “Belum. Aku lagi nyatet apa aja yang terjadi hari ini.” Arga mendekat, duduk di sampingnya. “Tulisan buat toko?” Aisyah menggeleng pelan. “Bukan. Buat aku. Buat kita.” Ia membuka halaman baru di buku itu, lalu menunjukkan beberapa baris yang sudah ia tulis sebelumnya: > “Hari ini, tangan yang dulu gemetar karena takut, sekarang gemetar karena bahagia. Dulu aku nulis buat melupakan, sekarang aku nulis buat mengingat.”
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Amsterdam Fever or Favor?

Amsterdam Fever or Favor?

Audrey menarik ujung bibir bawah sambil menepuk-nepuk diary-nya. “In my opinion, it is so stupid to leave your diary in somebody else's car. You should be happy that it gets to the good hand…— Menurut pendapat saya, sangat bodoh untuk meninggalkan buku harianmu di mobil orang lain. Kamu harus senang bahwa itu sampai ke tangan yang baik...” kata Mart sambil tersenyum simpul. Mobil itu perlahan pergi meninggalkan tempat itu. Audrey berlari masuk kembali ke dalam rumah, hendak menyimpan diary itu di kamarnya. Tanpa sengaja, diary itu terbuka pada halaman terakhirnya di meja.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Kesayangan Duda Tampan

Ibu Susu Kesayangan Duda Tampan

Ayleen tampak melihat lembar demi lembar buku yang terdapat beberapa coretan di sana. Tak diragukan lagi dari tulisan tangan yang ada di sana, Ayleen yakin jika itu adalah milik sang ibu. Wanita cantik itu rupanya masih terkagum dengan fakta kalau sang ibu memiliki buku diary sama sepertinya. Ayleen memandangi dengan seksama setiap baris huruf yang tertulis di sana. Semuanya persis adalah tulisan sang ibu sehingga membuat rasa rindu Ayleen pada ibundanya kian mencuat begitu saja.
9.7103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Argan mengambil novel tersebut dan membuka halaman tiga puluh, tempat di mana secarik kertas berisikan tulisan tangan Mareta terselip. Ia membaca deretan kata yang tertulis. Malam ini Ayu tak bisa memejamkan mata. Ia membuka diary dan menuliskan serangkaian kalimat untuk mencurahkan isi hatinya. Dear diary, Aku seperti helaian daun yang tersibak angin. Angin bebas menerbangkan daun itu ke mana pun. Entah ke halaman tetangga, jalan yang lengang di malam kelam, atau bahkan ke tempat yang sangat jauh. Daun mungkin tak akan dapat kembali pada tanah tempat ia gugur dan jatuh dari ranting kecil yang lemah. Kecuali jika angin itu kembali bersemilir dan membawanya pulang.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai tulisan aesthetic di buku diary
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status