Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gadis Milik Tuan Mafia

Gadis Milik Tuan Mafia

Perhatian Glen tertuju pada sebuah buku di bawah ranjang, dia mengambil buku itu dan membacanya. "Buku diary dan album foto," gumam Glen. Saat membukanya, dia terdiam lama karena yang ada di buku diary itu hanyalah tulisan 'Sakit' sampai halaman terakhir. Saat beralih ke album foto, dia melihat Akiko yang selalu berada di ujung dan tidak bergabung bersama keluarganya.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
HAFALAN CINTAKU: HUMAIRA

HAFALAN CINTAKU: HUMAIRA

Akhirnya ia berjalan kecil bolak-balik untuk mengetes, apakah masih ada rasa ngilu di perutnya atau sudah berkurang. Saat berjalan kecil mengitari kamar apartemennya, tak sengaja Aisha menemukan sebuah buku berwarna coklat berukuran A5 yang tak begitu tebal di dekat koper suaminya. Aisha yang penasaran langsung menghampiri koper suaminya itu. Dalam batinnya, Aisha menebak-nebak apakah ini diary suaminya. Aisha baru pertama kali tahu suaminya ternyata suka menulis di sebuah diary.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Siapa pun boleh datang dan menuliskan cerita di halaman pertama, dan jika ceritanya cukup kuat, buku itu akan tumbuh sendiri. Adrian? Ia tak tahu mengapa ia suka menulis. Tapi setiap malam, ia tetap mencatat sesuatu. Kadang mimpi, kadang suara angin, kadang perasaan aneh ketika melihat Lena dari jauh dan merasa ada sesuatu yang hilang… atau mungkin pernah ada. Sampai suatu hari, ia menemukan satu halaman kosong yang tidak seperti lainnya. Halaman itu terbungkus dalam tinta emas yang hampir tak terlihat, seolah berasal dari dunia lain.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

“Deal!” Ruang kerja Gian malam itu tampak lebih hidup daripada biasanya. Tumpukan buku psikologi, beberapa jurnal internasional, dan dua gelas minuman hangat memenuhi meja. Gian duduk di sisi lain meja, menatap layar laptop Aurelia sambil sesekali memberi saran atau mengetik catatan kecil di notes pribadinya. “Kalimat ini terlalu teoretis, Sayang. Pembimbingmu lebih suka gaya argumentatif, bukan kutipan panjang,” ujar Gian tanpa mengangkat kepala.
1033.6K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Sampulnya retak di beberapa bagian, dan ada tulisan kecil di pojok kanan bawah: “A & I” Airin menelan ludah. Jantungnya berdegup kencang, hampir tak tertahankan. Dengan ragu, ia membuka halaman pertama. Halaman-Halaman yang Menghancurkan Tulisan tangan Arlan tergores rapi di sana. Setiap kata ditulis dengan penuh perasaan. Halaman demi halaman bercerita tentang seorang perempuan—tentang senyumnya, tentang matanya yang selalu berbinar, tentang keteduhan yang ia bawa dalam setiap pertemuan.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Ia sengaja membuka gorden, agar bisa menangkap kesejukan dari sana. Saat menoleh, sebuah buku bersampul bunga-bunga masih bertengger manis di atas meja. Di buku itulah wanita cantik itu menorehkan apa yang hatinya rasa. Lantaran tak ada satu pun makhluk bernyawa yang mengerti keinginannya. Dear Diary, Bukannya tak ada pria yang menginginkanku untuk berdamping dalam biduk rumah tangga. Hanya saja aku tak mau, jika harus membuka aib masa lalu lagi pada pria.
1023.3K viewsCompletedAdded to Library 676 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Kosong. Alena membuka laptop dan menatap layar. Dulu, sebelum Adrian, dia suka menulis. Entri jurnal, cerita pendek, bahkan mencoba puisi. Ia membuka folder lama dan menemukan file-file yang sudah berbulan-bulan tidak dibuka. Ia membaca salah satu entri dari tiga tahun lalu: "Adrian bilang menulis adalah hobi yang bagus tapi tidak boleh mengalihkan perhatian dari tujuan karir yang 'sebenarnya'. Benar sih. Mungkin aku fokus ke fotografi. Lebih praktis untuk networking bisnis."
3.4K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
TULPA

TULPA

Mungkin karenanya Bi Sum tidak mengeceknya. Kuraih buku diary-ku yang rupanya masih tergelak di atas meja belajar sejak terakhir kali aku meletakkannya. Membukanya perlahan, masih sama. Hanya ada goresan diksi puisi dan juga beberapa cerita acak yang kubuat. Hingga di lembar pertengahan, ada goresan baru di sana. "Ini bukan tentang matahari yang selalu bersinar terang, Bukan pula tentang rembulan yang paling indah di tengah malam,
106.4K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

ujar Adrian seraya memberikan sebuah notebook bergambar lukisan seorang pria yang sedang membawa kamera. “Buku apa ini?” tanya gadis itu. “Tulislah apapun yang kamu rasakan. Kamu bisa menulis banyak hal di buku ini. Bisa surat untuk dirimu sendiri, atau bisa kamu jadikan semacam diary. Kamu bisa tulis lirik lagu, puisi, dan banyak hal yang kamu suka. Kamu bisa tulis hal baik atau hal buruk. Luapkanlah semuanya yang kamu pikirkan atau rasakan. Tulislah semuanya sampai kamu merasa lebih baik,”
105.6K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Read
+Library
Terjerat Cinta CEO Dingin

Terjerat Cinta CEO Dingin

Ia mengambil buku itu dengan tangan yang sedikit gemetar, menelusuri sampulnya yang sudah mulai pudar. “Aku harus mengingat semuanya,” bisik Dania pada dirinya sendiri, matanya menatap kosong pada halaman-halaman yang tertutup debu. “Aku yakin, ingatanku akan segera kembali.” Dania mulai membuka lembar demi lembar halaman diary itu, membaca setiap kata yang ditulis dengan tinta yang sudah agak memudar. Di setiap halaman, ada fragmen kehidupan mereka yang tertulis—frasa-frasa yang tak asing, namun terasa begitu jauh dan asing baginya.
1026.9K viewsCompletedAdded to Library 861 Times as tulisan aesthetic di buku diary
Show Reviews (19)
Read
+Library
wieanton
santai aja Dania jgn terlalu panik, ada Mark yg tau cara menjatuhkan lawan2 yg keji dgn fitnahan, Dania ckp ikutin apakata Mark jgn terpancing oleh hasutan ucapan dr mulut Marsha, sebab dia bukan lawan yg selevel dgn Dania, Marsha hny butiran debu yg menempel di gaun tp mimpi jd aksesoris yg cantik
Widia Anaska
yess...dengerin Mark Dania... fokus saja pada kehamilan mu ga usah memikirkan hal-hal rumit yg akan membuatmu berpikir berat dan berakibat pada kehamilan mu.. cukup nikmati..dan jalani dgn kebahagiaan bersama Mark skrg.. untuk kevin biarkan itu menjadi urusan Mark biarkan Mark yg akn turun tangan
Read All Reviews
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status