KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Ra ... Maafkan aku. Aku khilaf tadi.“
Kuusap air mata dengan kasar dan mengambil ponsel di dalam laci. Mengacuhkan suaranya yang terus menyebut namaku. Aku butuh teman curhat supaya hati ini agak tenang.
“Naira ... Buka, Ra!“
Aku menggeleng cepat walau jelas takkan terlihat olehnya dan segera mengirim pesan di WA grup true best friend.
[Help me, Please.]
Tulisku di kolom komentar dan tak lama Meera, Cantika dan Adila—ketiga sahabatku—tampak sedang mengetik.
[Whats wrong, Nai?] balas Adila diakhir emot terbelalak.
[Ada apa, Zheyeng?] Cantika juga membalas.
[Ada apa, Nairaku Cantik?] Meera ikut membalas.
Baru melihat pesan mereka saja, mata langsung memanas. Tiba-tiba aku merasa ragu. Bisak
ตอนยอดนิยม