Godaan Mama Muda
Setidaknya, aku tidak perlu terus-terusan merasa canggung setiap kali tatapannya yang sebenarnya membuatku mabuk kepayang.
Aku menggeser layar lebih detail.
"IT Support...," gumamku sambil membaca syarat-syaratnya.
"Lah, ini mah gampang. Basic network, troubleshooting, administrasi. Semua masih masuk kemampuan gue."
Jantungku berdetak sedikit lebih cepat, bukan karena gugup, tetapi karena ini pertama kalinya aku merasa punya arah yang jelas.
Dari arah dapur, suara Mama Jessica memanggil. "Kamu ngapain, Dit? Dari tadi diem aja."