Duka Pernikahan
“Dan kenapa juga kamu harus keluar duit buat pernikahan kita. Aku kan sudah punya tabungan juga waktu kita belum nikah. Kalau duit aku kurang, pasti orangtua aku sudah lebih dulu gerak cepat buat nambahin. Papa aku juga gajinya lumayan, Mama juga. Papa tahun ini pensiun, jadi aku nggak bisa tunda pernikahan lebih lama lagi.”
“Jujur aku nggak ada pengalaman apa-apa, aku harap kamu bimbing aku.”
Hanif mengangguk pelan. “Aku juga berharap kamu bisa dibimbing, Renjana. Aku memang belum sayang sama kamu, aku nggak mau tutupi ini. Tapi ingat aja sekarang kalau kita sudah menikah. Nanti juga bakalan terbiasa, aku nggak suka kopi. Aku nggak suka rokok, aku nggak suka cewek yang nggak bisa bangun sub
Hot Chapters